Jumat, 27 Mei 2016

Renungan Jumat 27.05.16


Ibrahim to 
8 hrsPondokranji
RENUNGAN JUMAT
Renungan Jumat kali ini mengajak kita untuk selalu berusaha menjadi orang ber-Tawakkal, yang selalu tegar, berteguh dan sepenuh hatinya berserah diri kepada Allah atas segala ikhitiarnya.

Allah ber-Firman :

"Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.....Sebab itu ber-Taqwalah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata".[An-Naml 78-79]
“Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.....dan ber-Tawakkal-lah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara”.[Al-'Aĥzāb 2-3]
Ber-tawakkal itu bukanlah sikap ber-pasrah diri saja, melainkan suatu sikap mental serta aktivitas hati untuk selalu menyandarkan segala hasil ikhtiar kepada-Nya, sebagai wujud dari ke-Iman-an dan ke-Taqwa-an.

Allah ber-Firman :

"Hai orang-orang yang ber-Iman, ingatlah kamu akan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu untuk berbuat jahat, maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan BER-TAQWA-LAH KEPADA ALLAH, DAN HANYA KEPADA ALLAH SAJALAH ORANG-ORANG MUKMIN ITU HARUS BER-TAWAKAL".[Al-Mā'idah 11]
"SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YANG BER-IMAN ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah Iman mereka karenanya, dan HANYA KEPADA TUHANLAH MEREKA BER-TAWAKALLAH“.[Al-'Anfāl 2]
Allah senantiasa nemiliki rencana yang terindah buat kita, namun tidak jarang hal itu bertentangan dengan harapan, maka usahakanlah untuk selalu ikhlas dan mensyukuri apapun bentuk ketetapan-Nya, karena semua yang terjadi pastilah yang terbaik bagi diri kita.

Allah ber-Firman :

"Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang ber-Iman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka ber-Tawakkal".[Ash-Shūraá 36]
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. BOLEH JADI KAMU MEMBENCI SESUATU, PADAHAL IA AMAT BAIK BAGIMU, DAN BOLEH JADI PULA KAMU MENYUKAI SESUATU, PADAHAL IA AMAT BURUK BAGIMU; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. [Al-Baqarah 216].
Pada hakikatnya seseorang telah ber-Tawakkal, bila dia hanya memohon pertolongan dan perlindungan serta menyandarkan diri kepada Allah.

Allah ber-Firman :

"Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan SEKALI-KALI TIDAK ADA PELINDUNG DAN PENOLONG BAGIMU SELAIN ALLAH".[At-Tawbah 116]
"Mengapa kami tidak akan ber-Tawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan HANYA KEPADA ALLAH SAJA ORANG-ORANG YANG BER-TAWAKKAL ITU, BER-SERAH DIRI".['Ibrāhīm 12]
Ber-Serah Diri adalah tumpuan terakhir atas suatu usaha atau perjuangan, sebab itu hanya kepada Allah kita serahkan segala urusan.

Allah ber-Firman :

"Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan KEPADA-NYA-LAH DIKEMBALIKAN SEMUA URUSAN-URUSAN, MAKA SEMBAHLAH DIA, DAN BER-TAWAKKAL-LAH KEPADA-NYA. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak Lalai dari apa yang kamu kerjakan”.[Hud 123]
“Orang yg Beriman ( - Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan AKU MENYERAHKAN URUSANKU KEPADA ALLAH. SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA MELIHAT AKAN HAMBA-HAMBA-NYA".[Ghāfir 44]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Maka disebabkan Rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BER-TAWAKKAL KEPADA-NYA".['Āli `Imrān 159]
"Dan belanjakanlah harta bendamu di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik".[Al-Baqarah 195]
"Karena itu Allah memberikan kepada mereka Pahala di Dunia dan Pahala yang Baik di Akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan".['Āli `Imrān 148]
Semoga Renungan Jumat ini bermanfaat bagi kita semua agar supaya kita mampu untuk menjadi insan ber-Tawakkal yang selalu tegar dan berteguh hati didalam menghadapi kejadian apapun di Kehidupan Dunia ini.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun 'alal Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★

Sabtu, 14 Mei 2016

RENUNGAN JUMAT, 13.05.16, Hindari Sifat Dengki


RENUNGAN JUMAT
Hendaknya kita selalu menjauh dari segala sifat dengki.
Dengki yang merupakan salah satu penyakit hati. Dengki mudah merasuk jiwa sebagai sikap bathin yang tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain.
Dengki muncul karena rasa cinta dunia yang teramat berlebihan.
Telah tersurat dalam Al-Quran bahwa tidak sepatutnya seseorang itu menjadi Dengki atas karunia Allah yang diberikan kepada orang lain.

Allah ber-Firman :

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? KAMI TELAH MENENTUKAN ANTARA MEREKA PENGHIDUPAN MEREKA DALAM KEHIDUPAN DUNIA, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.[Az-Zukhruf 32]
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,.....yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan DIA TELAH MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU, DAN DIA MENETAPKAN UKURAN-UKURANNYA DENGAN SERAPI-RAPINYA”.[Al-Furqān 1-2]
Seorang pendengki secara tidak langsung telah menentang ketetapan-Nya. Karena ia membenci nikmat yang diberikan kepada orang lain.
Ia tidak rela menerima pembagian karunia-Nya.
Ia merasa adanya ketidak adilan, dan lebih mendengar bisikan iblis daripada perintah-Nya.

Allah ber-Firman :

"Ataukah MEREKA DENGKI KEPADA MANUSIA (Muhammad) LANTARAN KARUNIA YANG ALLAH TELAH BERIKAN KEPADANYA? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar”.[An-Nisā' 54]
“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat”.[Ash-Shūraá 27]
Kiranya kita telah melatih diri untuk menjauh dari sifat dengki ini.
Karena sifat ini justru yang akan merusak segala Amal Saleh bagaikan api membakar kayu bakar.

Allah ber-Firman :

“Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?.....Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu, sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu".[Muĥammad 29-30]
Pendengki adalah orang yang senang melihat orang lain dilanda bencana, karena ia tidak rela melihat orang lain bahagia, sebaliknya ia bersuka cita melihat orang lain bergelimang lara.

Allah ber-Firman :

“JIKA KAMU MEMPEROLEH KEBAIKAN, NISCAYA MEREKA BERSEDIH HATI, TETAPI JIKA KAMU MENDAPAT BENCANA, MEREKA BERGEMBIRA KARENANYA. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan”.['Āli `Imrān 120]
Oleh karena itu tinggalkanlah kedengkian agar tidak kehilangan keseimbangan akal, pikiran serta butanya hati, yang akan lebih buta lagi di-akhirat kelak.

Allah ber-Firman :

“Ingatlah suatu hari yang di hari itu Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.....dan barangsiapa yang buta hatinya di dunia ini, niscaya di akhirat nanti ia akan lebih buta pula; dan lebih tersesat dari jalan yang benar".[Al-'Isrā' 71-72]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada Ayat-Ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal".[Ţāhā 127]
Semoga kita semua termasuk insan yang mampu meninggalkan sifat dengki demi ketenteraman hati serta kebahagiaan kita kelak.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★

Senin, 09 Mei 2016

RENUNGAN JUMAT 06.05.16, "Jauhi Kekikiran demi Kebahagiaan Hakiki".

Ibrahim Hadju
May 6 at 1:47pm ·

Sadarkah kita bahwa ada diantara kita yang hidup mewah dan senang menghamburkan kekayaannya secara berlebihan namun sulit ber-derma kepada sesama ataupun enggan membantu orang yang tengah dihimpit kesulitan.

Meski kita telah dikaruniai banyak hal baik berupa Harta, Kemegahan maupun hal-hal Keduniaan lainnya, namun setelah semua itu diterima malah dimanfaatkan untuk diri sendiri karena kekikiran.

Harta bukanlah milik kita yang abadi karena saat kita mati nanti tiada manfaat sama sekali bagi kita, dan yang justru akan menjadi manfaat di-Akhirat nanti adalah Harta yang kita belanjakan dijalan Allah.

Rasulullah ber-Sabda :

“Orang-orang yang kikir itu jauh dari Allah, jauh dari Manusia dan jauh dari Surga”.

Perbuatan Kikir mungkin disebabkan karena seseorang merasa hartanya adalah miliknya sendiri, atau takut hartanya berkurang, atau kurangnya rasa kasih sayang terhadap sesama.

Hal itu adalah merupakan sebuah PENYAKIT HATI akibat terlalu cintanya kepada harta.

Allah ber-Firman:

“Dan diantara mereka ada orang yang telah ber-Ikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian Karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan ber-Sedekah, dan pastilah kami termasuk orang-orang yang Saleh....MAKA SETELAH ALLAH MEMBERIKAN KEPADA MEREKA SEBAHAGIAN DARI KARUNIA-NYA, MEREKA KIKIR DENGAN KARUNIA ITU, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi kebenaran.....Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta".[At-Tawbah 75-77]

"Dan sesungguhnya dia sangat Bakhil karena cintanya kepada harta".[Al-`Ādiyāt 8]

“Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan ALLAH TIDAK MENYUKAI SETIAP ORANG YANG SOMBONG LAGI MEMBANGGAKAN DIRI,...YAITU ORANG-ORANG YANG KIKIR dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling dari perintah-perintah Allah maka sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji".[Al-Ĥadīd 23-24]

Pada umumnya kebanyakan dari kita itu memang mempunyai sifat kikir serta tidak menyadari bahwa sebenarnya Harta itu adalah Nikmat-Nya.

Sifat & karakteristik kikir ibarat orang yang hanya bisa menerima namun tidak bisa menyalurkannya, hingga dirinya seperti saluran air yang tersumbat, dan lama-lama kadar kemurnian air dalam pipa tersumbat itu akan berkurang.

Kikir adalah suatu PENYAKIT HATI yang akan merubah karakter asli Manusia sebagai mahluk sosial dan dapat berakibat malapetaka dalam Kehidupan. Itulah sebabnya Rasulullah pernah bersabda bahwa sifat yang paling buruk pada seorang Manusia adalah KIKIR [BAKHIL].

Allah ber-Firman :

“SEKALI-KALI JANGANLAH ORANG-ORANG YANG BAKHIL DENGAN HARTA YANG ALLAH BERIKAN KEPADA MEREKA DARI KARUNIA-NYA MENYANGKA, BAHWA KEBAKHILAN ITU BAIK BAGI MEREKA. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala Warisan yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.['Āli `Imrān 180]

"Maka Ber-Taqwa-lah kamu kepada Allah dan dengarlah serta taatlah, dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”.[At-Taghābun 16]

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.....apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,.....dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,.....kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat”.[Al-Ma`ārij 19-22]

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakan Hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir pada setiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas Karunianya lagi Maha Mengetahui”.[Al-Baqarah 261]

Orang yang ber-Iman pasti akan menjauh dari sifat kikir itu, karena hal itu akan menjadikannya sebagai orang yang merugi.

Dan tidak sedikit orang yang menganggap harta itu miliknya sendiri karena merasa telah bekerja keras untuk mendapatkannya, padahal hartanya itu merupakan Karunia-Nya.

Allah ber-Firman :

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG-ORANG YANG SOMBONG DAN MEMBANGGA-BANGGAKAN DIRI,.....YAITU ORANG-ORANG YANG KIKIR, DAN MENYURUH ORANG LAIN BERBUAT KIKIR, DAN MENYEMBUNYIKAN KARUNIA ALlAH YANG TELAH DIBERIKAN-NYA KEPADA MEREKA. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan”.[An-Nisā' 36-37]

“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, ....serta mendustakan Pahala terbaik,....maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar”.[Al-Layl 8-10]

Oleh sebab itu hilangkanlah sifat kikir demi keuntungan & kebahagiaan kita kelak.

Banyak orang kikir yang enggan ber-Sedekah karena takut akan berkurang hartanya atau takut akan kemiskinan, padahal itulah godaan setan.

Allah ber-Firman:

“Setan menjanjikan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengatahui”.[Al-Baqarah 268]

"Ber-Iman-lah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Nafkah-kanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang ber-Iman di antara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartanya memperoleh Pahala yang besar".[Al-Ĥadīd 7]

Seseorang menganggap harta itu adalah miliknya sendiri karena ia merasa telah bekerja keras untuk mendapatkannya, sehingga ia lalai dalam mensyukuri Nikmat & Karunia-Nya.

“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya”.[Al-`Ādiyāt 6]

Padahal tersurat dalam Al-Quran bahwa kita jangan pernah mengingkari Nikmat-Nya.

Allah ber-Firman :

“Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan : "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."”.['Ibrāhīm 7]

Sebab itu jauhilah sifat kikir karena hal itu pasti akan menjadikan kita sebagai golongan yang merugi. Dan ingatlah selalu akan adanya balasan buruk yang Allah siapkan bagi orang-orang yang kikir.

Allah ber-Firman:

“Hai orang-orang yang ber-Iman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. DAN ORANG-ORANG YANG MENYIMPAN EMAS DAN PERAK DAN TIDAK MENAFKAHKANNYA PADA JALAN ALLAH, MAKA BERITAHUKANLAH KEPADA MEREkA, BAHWA MEREKA AKAN MENDAPAT SIKSA YANG PEDIH,..... pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka lalu dikatakan kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu. simpan itu".[At-Tawbah 34-35]

"Jauhi Kekikiran demi Kebahagiaan Hakiki".

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman:

"Maka kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan beriman?".[Al-Mursalāt 50]

“SEGALA PUJI BAGI ALLAH YANG TELAH MENURUNKAN KEPADA HAMBA-NYA AL-QURAN DAN DIA TIDAK MENGADAKAN KEBENGKOKAN DI DALAMNYA;.....SEBAGAI BIMBINGAN YANG LURUS, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,....mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya”.[Al-Kahf 1-3]

"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta mata hatinya dari kesesatannya. Dan KAMU TIDAK DAPAT MEMPERDENGARKAN PETUNJUK TUHAN MELAINKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BER-IMAN DENGAN AYAT-AYAT KAMI, mereka itulah orang-orang yang ber-SERAH DIRI kepada Kami”.[Ar-Rūm 53]

Semoga kita semua dapat menjauh dari PENYAKIT HATI ini dan tidaklah termasuk sebagai golongan orang-orang yang kikir; tetapi termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung, yang menjauh dari sifat KIKIR.

Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...

Wa'Salaamun alla Mursaliin

Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin

Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin


SELAMAT BER-IBADAH

Minggu, 08 Mei 2016

MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI ?

Ibrahim Hadju
💚🌹MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI ?
Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tidak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.
MENGAPA ORANG BAIK KERAP TERTIPU ?
Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tidak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.
MENGAPA ORANG BAIK ACAP DINISTA ?
Karena orang baik tidak pernah mau membalas. Ia hanya menerima, meski bukan dia yang memulai perkara.
MENGAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA ?
Karena orang baik tidak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu masa Allah akan mengganti kesabarannya.
MENGAPA ORANG BAIK TIDAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA ?
Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Allah-lah hakikatnya.
Jika Allah menggiringnya, bagaimana ia akan mendebat kehendak-NYA
Itu sebabnya orang baik tidak memiliki almari dendam dalam kalbunya.
Jika kau buka laci2 dihatinya, akan kau temukan hanya CINTA yang dimilikinya.
SEMOGA KITA SEMUA DIGOLONGKAN MENJADI ORANG BAIK ..
Aamiin Ya'Rabbal'Allamiin💚🌹

Rabu, 04 Mei 2016

MENYUSUP KE ISIS, JURNALIS PERANCIS TIDAK MENEMUKAN ISLAM

ilustrasi (Reuters/Charles Platiau)
Copas dari FB

Seorang jurnalis asal Perancis berhasil menyusup dan berbaur bersama dengan para simpatisan ISIS dalam jaringan teror bawah tanah di Paris. Pengalaman jurnalis Muslim itu mengejutkan, karena menurut dia para simpatisan ISIS itu sama sekali tidak paham soal Islam.

Jurnalis yang menggunakan nama samaran Ramzi ini mengaku "tidak melihat Islam" selama enam bulan menyamar dalam jaringan tersebut. Dia hanya menemukan para pemuda yang "tersesat, frustrasi, memiliki kecenderungan bunuh diri dan sangat mudah dimanipulasi."

Penyusupan Ramzi dilakukan antara musim panas 2015 hingga Januari 2016. Dia mengaku sangat mudah menghubungi kelompok yang menyebut diri sebagai "Tentara Allah" di Facebook itu.

Dia merekam banyak peristiwa dalam kelompok itu menggunakan kamera tersembunyi, termasuk rapat perencanaan serangan di sebuah kelab malam. Dikutip dari The Independent, Selasa (3/5), rekaman tersebut ditayangkan di stasiun televisi Canal+ pada Senin lalu dengan judul "Tentara Allah."

Ramzi mengatakan, jaringan itu terdiri dari 10 anggota yang dipimpin oleh pemuda berusia 20 tahun bernama Ossama.

Ossama sempat ditolak masuk angkatan bersenjata Perancis, pernah menjadi pemuja setan atau Satanis dan pecandu alkohol sebelum berkenalan dengan kelompok Islam radikal di internet.

Dia pernah dipenjara selama enam bulan setelah ketahuan mencoba bergabung dengan ISIS. Dia dibebaskan dan wajib lapor setiap hari ke pos polisi.

Pria keturunan Perancis-Turki ini adalah "emir" dari kelompok yang menggunakan aplikasi berbagi pesan Telegram untuk mengatur pertemuan.

Dalam sebuah rekaman tersembunyi, Ossama terlihat tersenyum saat membayangkan dirinya ditembak mati oleh polisi, seraya mengatakan "Syuhada tidak merasakan sakit."

"Kita harus menyerang pangkalan militer. Ketika mereka makan, mereka berbaris, atau jurnalis. BFM iTele, mereka berperang melawan Islam," kata Ossama dalam rapat itu.

"Seperti yang mereka lakukan kepada Charlie [Hebdo]. Kau harus menyerang mereka di jantungnya. Serang mereka tiba-tiba. Mereka tidak terlindungi. Ribuan warga Perancis harus mati," lanjut dia.

Ossama merencanakan serangan ke kelab malam dan bandara Paris–Le Bourget, yang menurutnya akan membuat Perancis trauma selama berabad-abad.

Namun rencana itu baru terlaksana setelah mendapatkan konfirmasi dari seorang militan bernama Abu Suleiman, veteran perang ISIS yang pernah bertempur di Raqqa, Suriah.

Ramzi pernah terlibat dalam sebuah rencana penyerangan. Dia diminta untuk berjalan ke stasiun kereta dan bertemu dengan seorang wanita yang memberikannya surat instruksi.

Dalam instruksi itu, dia harus menyerang kelab malam dan meledakkan diri menggunakan rompi bunuh diri setelah ada pasukan keamanan yang datang. Abu Suleiman dalam hal ini yang memberikan perintah menyiapkan peledak dan ranjau di mobil melalui Telegram.

Jaringan Ossama telah diawasi oleh badan intelijen Perancis, DCRI, dan mereka ditangkap pada Desember dan Januari lalu.

Ramzi, 29, mengatakan bahwa dia adalah Muslim yang "satu generasi dengan para pembunuh" di Paris November lalu yang menewaskan 130 orang.

"Tujuan saya adalah untuk memahami apa yang ada pikiran mereka," kata Ramzi saat diwawancara AFP.

"Salah satu pelajaran utama adalah, saya tidak pernah melihat Islam dalam masalah ini. Tidak ada niat mereka mengubah dunia. Hanya para pemuda yang tersesat, frustrasi, memiliki kecenderungan bunuh diri dan sangat mudah dimanipulasi."

"Mereka tidak beruntung lahir di masa keberadaan ISIS. Sangat menyedihkan. Mereka adalah para pemuda yang mencari sesuatu, dan malah ini yang mereka temukan," lanjut dia.


Sumber: cnn

Selasa, 03 Mei 2016

MENINGGAL DUNIA DENGAN INDAH DAN DAMAI


Ibrahim Hadju to 
21 hrs
MENINGGAL DUNIA DENGAN INDAH DAN DAMAI
Semua manusia berkeinginan untuk meninggal dunia dengan indah dan damai; dalam ketaatan dan kepatuhan kepada Allah.

Allah ber-Firman :

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya ALLAH MAHA MENGETAHUI APA YANG KAMU KERJAKAN".[Al-Mā'idah 8]
“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada malaikat-malaikat yang mengawasi pekerjaanmu,....yang mulia di sisi Allah dan mencatat pekerjaan-pekerjaanmu itu,.....MEREKA MENGETAHUI APA YANG KAMU KERJAKAN”.[Al-'Infiţār 10-12]
Orang yang belum mengerti tentang arti dan makna kehidupan akan dapat terlihat dari kegiatan kesehariannya, yang hanya mengejar kehidupan duniawi seolah ia akan hidup selama-lamanya tanpa batas waktu.

Allah ber-Firman :

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu dari berperang, dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan kewajiban berperang kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "KESENANGAN DI DUNIA INI HANYA SEBENTAR DAN AKHIRAT ITU LEBIH BAIK UNTUK ORANG-ORANG YANG BER-TAQWQ, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun”.[An-Nisā' 77]
“TIAP-TIAP UMAT MEMPUNYAI BATAS WAKTU; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya”.[Al-'A`rāf 34]
Seseorang yang ber-Iman seharusnya selalu mengingat kematian dan sibuk dalam bersiap diri menyambut datangnya waktu kematian.

Allah ber-Firman :

“Dan bahwasanya Manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,.....dan usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya,....kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”.[An-Najm 39-41]
Pilihan cara hidup dan ibadah adalah mutlak berada ditangan kita, tiada seorangpun yang dapat memaksa atau mempengaruhi karena kita sendirilah kelak yang akan bertangung-jawab.

Allah ber-Firman :

“Dan orang-orang yang ber-Iman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam ke-Iman-an, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. TIAP-TIAP MANUSIA TERIKAT DENGAN APA YANG DIKERJAKANNYA”.[Aţ-Ţūr 21]
“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”.[Al-Muddaththir 38]
Mengakhiri kehidupan dalam khusnul-khatimah merupakan puncak tertinggi dari pendakian cita-cita seorang insan yang ber-Iman, yang selalu menjalankan semua perintah-perintah-Nya dalam Al-Quran secara Istiqamah.

Allah ber-Firman :

“MAKA TETAPLAH KAMU PADA JALAN YANG BENAR, SEBAGAIMANA DIPERINTAHKAN KEPADAMU DAN JUGA ORANG YANG TELAH TAUBAT BESERTA KAMU dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.[Hud 112]
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan : "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan Jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."".[Fuşşilat 30]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah ber-Firman :
“Sesungguhnya orang-orang yang ber-Taqwa berada dalam surga dan kenikmatan,....mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka”.[Aţ-Ţūr 17-18]
Semoga Renungan ini bermanfaat bagi kita, termasuk saya, untuk lebih menyibukkan diri dalam mengisi kehidupan ini dengan sebaik-baiknya, agar dapat meninggal dunia dengan indah dan damai dalam ke-Taqwa-an kepada-Nya.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun -
Wa'Salaamun ala Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin.
★ SELAMAT BER-IBADAH ★