Ibrahim
Hadju
May 6 at
1:47pm ·
Sadarkah
kita bahwa ada diantara kita yang hidup mewah dan senang menghamburkan
kekayaannya secara berlebihan namun sulit ber-derma kepada sesama ataupun
enggan membantu orang yang tengah dihimpit kesulitan.
Meski kita
telah dikaruniai banyak hal baik berupa Harta, Kemegahan maupun hal-hal
Keduniaan lainnya, namun setelah semua itu diterima malah dimanfaatkan untuk
diri sendiri karena kekikiran.
Harta
bukanlah milik kita yang abadi karena saat kita mati nanti tiada manfaat sama
sekali bagi kita, dan yang justru akan menjadi manfaat di-Akhirat nanti adalah
Harta yang kita belanjakan dijalan Allah.
♥Rasulullah ber-Sabda :
“Orang-orang
yang kikir itu jauh dari Allah, jauh dari Manusia dan jauh dari Surga”.
Perbuatan
Kikir mungkin disebabkan karena seseorang merasa hartanya adalah miliknya
sendiri, atau takut hartanya berkurang, atau kurangnya rasa kasih sayang
terhadap sesama.
Hal itu
adalah merupakan sebuah PENYAKIT HATI akibat terlalu cintanya kepada harta.
Allah
ber-Firman:
“Dan
diantara mereka ada orang yang telah ber-Ikrar kepada Allah: "Sesungguhnya
jika Allah memberikan sebahagian Karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan
ber-Sedekah, dan pastilah kami termasuk orang-orang yang Saleh....MAKA SETELAH
ALLAH MEMBERIKAN KEPADA MEREKA SEBAHAGIAN DARI KARUNIA-NYA, MEREKA KIKIR DENGAN
KARUNIA ITU, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu
membelakangi kebenaran.....Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka
sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri
terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka
selalu berdusta".[At-Tawbah 75-77]
"Dan
sesungguhnya dia sangat Bakhil karena cintanya kepada harta".[Al-`Ādiyāt
8]
“Kami
jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang
luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang
diberikan-Nya kepadamu. Dan ALLAH TIDAK MENYUKAI SETIAP ORANG YANG SOMBONG LAGI
MEMBANGGAKAN DIRI,...YAITU ORANG-ORANG YANG KIKIR dan menyuruh manusia berbuat
kikir. Dan barangsiapa yang berpaling dari perintah-perintah Allah maka
sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji".[Al-Ĥadīd
23-24]
Pada umumnya
kebanyakan dari kita itu memang mempunyai sifat kikir serta tidak menyadari
bahwa sebenarnya Harta itu adalah Nikmat-Nya.
Sifat &
karakteristik kikir ibarat orang yang hanya bisa menerima namun tidak bisa
menyalurkannya, hingga dirinya seperti saluran air yang tersumbat, dan
lama-lama kadar kemurnian air dalam pipa tersumbat itu akan berkurang.
Kikir adalah
suatu PENYAKIT HATI yang akan merubah karakter asli Manusia sebagai mahluk
sosial dan dapat berakibat malapetaka dalam Kehidupan. Itulah sebabnya
Rasulullah pernah bersabda bahwa sifat yang paling buruk pada seorang Manusia
adalah KIKIR [BAKHIL].
Allah
ber-Firman :
“SEKALI-KALI
JANGANLAH ORANG-ORANG YANG BAKHIL DENGAN HARTA YANG ALLAH BERIKAN KEPADA MEREKA
DARI KARUNIA-NYA MENYANGKA, BAHWA KEBAKHILAN ITU BAIK BAGI MEREKA. Sebenarnya
kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan
dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala
Warisan yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan”.['Āli `Imrān 180]
"Maka
Ber-Taqwa-lah kamu kepada Allah dan dengarlah serta taatlah, dan nafkahkanlah
nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran
dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”.[At-Taghābun 16]
"Sesungguhnya
manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.....apabila ia ditimpa
kesusahan ia berkeluh kesah,.....dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat
kikir,.....kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat”.[Al-Ma`ārij 19-22]
“Perumpamaan
orang-orang yang menginfakan Hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan
sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir pada setiap butir seratus biji.
Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang ia kehendaki. Dan Allah Maha
Luas Karunianya lagi Maha Mengetahui”.[Al-Baqarah 261]
Orang yang
ber-Iman pasti akan menjauh dari sifat kikir itu, karena hal itu akan
menjadikannya sebagai orang yang merugi.
Dan tidak
sedikit orang yang menganggap harta itu miliknya sendiri karena merasa telah
bekerja keras untuk mendapatkannya, padahal hartanya itu merupakan Karunia-Nya.
Allah
ber-Firman :
“Sembahlah
Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat
baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu
sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG-ORANG YANG
SOMBONG DAN MEMBANGGA-BANGGAKAN DIRI,.....YAITU ORANG-ORANG YANG KIKIR, DAN
MENYURUH ORANG LAIN BERBUAT KIKIR, DAN MENYEMBUNYIKAN KARUNIA ALlAH YANG TELAH
DIBERIKAN-NYA KEPADA MEREKA. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir
siksa yang menghinakan”.[An-Nisā' 36-37]
“Dan adapun
orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, ....serta mendustakan Pahala
terbaik,....maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar”.[Al-Layl
8-10]
Oleh sebab
itu hilangkanlah sifat kikir demi keuntungan & kebahagiaan kita kelak.
Banyak orang
kikir yang enggan ber-Sedekah karena takut akan berkurang hartanya atau takut
akan kemiskinan, padahal itulah godaan setan.
Allah
ber-Firman:
“Setan menjanjikan
menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan
(kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan
Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengatahui”.[Al-Baqarah 268]
"Ber-Iman-lah
kamu kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Nafkah-kanlah sebagian dari hartamu yang
Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang ber-Iman di
antara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartanya memperoleh Pahala yang
besar".[Al-Ĥadīd 7]
Seseorang
menganggap harta itu adalah miliknya sendiri karena ia merasa telah bekerja
keras untuk mendapatkannya, sehingga ia lalai dalam mensyukuri Nikmat &
Karunia-Nya.
“Sesungguhnya
manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya”.[Al-`Ādiyāt
6]
Padahal tersurat
dalam Al-Quran bahwa kita jangan pernah mengingkari Nikmat-Nya.
Allah
ber-Firman :
“Dan
ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan : "Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari
nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."”.['Ibrāhīm 7]
Sebab itu
jauhilah sifat kikir karena hal itu pasti akan menjadikan kita sebagai golongan
yang merugi. Dan ingatlah selalu akan adanya balasan buruk yang Allah siapkan
bagi orang-orang yang kikir.
Allah
ber-Firman:
“Hai
orang-orang yang ber-Iman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim
Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan
batil dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. DAN ORANG-ORANG
YANG MENYIMPAN EMAS DAN PERAK DAN TIDAK MENAFKAHKANNYA PADA JALAN ALLAH, MAKA
BERITAHUKANLAH KEPADA MEREkA, BAHWA MEREKA AKAN MENDAPAT SIKSA YANG PEDIH,.....
pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar
dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka lalu dikatakan kepada
mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka
rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu. simpan itu".[At-Tawbah
34-35]
"Jauhi
Kekikiran demi Kebahagiaan Hakiki".
Maha Benar
Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah
ber-Firman:
"Maka
kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan
beriman?".[Al-Mursalāt 50]
“SEGALA PUJI
BAGI ALLAH YANG TELAH MENURUNKAN KEPADA HAMBA-NYA AL-QURAN DAN DIA TIDAK
MENGADAKAN KEBENGKOKAN DI DALAMNYA;.....SEBAGAI BIMBINGAN YANG LURUS, untuk
memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita
gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa
mereka akan mendapat pembalasan yang baik,....mereka kekal di dalamnya untuk
selama-lamanya”.[Al-Kahf 1-3]
"Dan
kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta
mata hatinya dari kesesatannya. Dan KAMU TIDAK DAPAT MEMPERDENGARKAN PETUNJUK
TUHAN MELAINKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BER-IMAN DENGAN AYAT-AYAT KAMI, mereka
itulah orang-orang yang ber-SERAH DIRI kepada Kami”.[Ar-Rūm 53]
Semoga kita
semua dapat menjauh dari PENYAKIT HATI ini dan tidaklah termasuk sebagai
golongan orang-orang yang kikir; tetapi termasuk dalam golongan orang-orang
yang beruntung, yang menjauh dari sifat KIKIR.
Subhaana
Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun
alla Mursaliin
Walhamdulillahi
Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa
Rabbal’alaamiin
★SELAMAT
BER-IBADAH★