15 Maret 2016
Pengantar:
Saya copas artikel ini dari FB, karena saya pikir
peringatan ini sangat penting.
Orang sudah mulai muak dengan KEKUASAAN dan
KATA-KATA KASAR JOROK yang dipertontonkan AHOK dan KELICIKAN-KELICIKAN FITNAH
MEMPERMAINKAN AGAMA oleh TEMAN AHOK. Jangan dipertontonkan SOK JAGO, ini mempunyai resiko sangat tinggi untuk
terjadinya CHAOS.
Tokoh Militer dan Politisi Indonesia, Suryo Prabowo
POSMETRO
INFO - Tokoh militer dan politisi Indonesia Suryo Prabowo mengingatkan Gubernur
DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan perkumpulan relawan yang
katanya untuk membantu dan membenahi Jakarta yang diberi nama Teman Ahok, agar
berhati-hati menyikapi Pilkada DKI yang bakal dihelat 2017 mendatang.
Suryo
Prabowo, pria kelahiran Semarang 61 Tahun lalu ini meminta masyarakat tionghoa
untuk mengingatkan Ahok dan Teman Ahok agar tidak menimbulkan perpecahan di
tengah masyarakat terhadap etnis tersebut.
"Kalau
sayang dengan teman-teman atau sahabat dari etnis tionghoa, tolong diingatkan
agar jangan ada etnis tionghoa yg sok jago ketika berkuasa atau dekat dengan
penguasa," tulis Suryo Prabowo, Selasa (15/3) di postingan akun
facebooknya (https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10207471977815845&set=a.10206870547300458.1073741826.1180308793&type=3)
Lebih lanjut
mantan Kepala Staf Umum TNI ini mengingatkan sejarah kelam yang pernah diterima
etnis tionghoa oleh pribumi. Tahun 1740-1743 10 ribu China dibantai, Tahun 1959
ribuan etnis China exodus ke RRC, Tahun 1966 ribuan etnis China kembali ke RRC,
Tahun 1998 ribuan etnis China kabur ke luar negeri.
"Kasihan
kan Tionghoa lainnya yg baik-baik dan/atau yg miskin, kalo ada yg mau membantai
atau menjarah, mereka kan gak bisa kabur ke luar negeri. Tolong jaga Bhinneka
Tunggal Ika dan sama-sama membangun HARMONI DALAM KEBERAGAMAN," lanjut
Suryo Prabowo mengingatkan.
Alumni
AKABRI (sekarang Akmil) tahun 1976, dengan penghargaan Adhi Makayasa dan Tri
Sakti Wiratama sebagai taruna lulusan terbaik ini juga mengatakan, sepanjang
penyebabnya berulang sejarah kelam pasti berulang.
Sepanjang
ada China sok jago, pasti China yang baik-baik jadi korban.
Seperti
diketahui, Ahok sering mengeluarkan
kata-kata kotor di depan publik yang dinilai sebagai sikap arogan dari
dirinya. Sementara Teman Ahok dinilai
sering memainkan isu agama sebagai jualan mereka untuk menarik simpati umat
Islam sebagai mayoritas.
Terakhir
kelompok ini hadir di car free day seputaran Monas dan menampilkan foto-foto umat
islam dengan memegang tulisan "Saya Muslim Saya Dukung Ahok", foto
tersebut disebar di sosial media dan menjadi polemik.
Sumber:
katakabar.com
