Selasa, 26 April 2016

PENTING!!. SENAM DAN GERAKAN UNTUK KESEHATAN

Untuk sewaktu-waktu kembali lagi, catat url ini: http://goo.gl/WZwUq2

Postingan ini memuat beberapa senam dan gerakan-gerakan untuk memelihara kesehatan yang dikumpulkan dari berbagai sumber, kiranya bermanfaat untuk dipraktekkan, terutama untuk Lansia.

1.       Tentang Joging, lompat-lompat, menginjak kerikil tanpa alas kaki.

Copas dari FB
Saran Bagi yg Berusia 50 Thn ke Atas :
ini ada saran yang sangat bagus dari dokter Handrawan Nadesul bagi yang berusia kepala 5 :

● Anda sebaiknya tidak jogging, berlari, apalagi melompat.
● Anda sebaiknya tidak menginjak kerikil tanpa alas kaki.

Harga Lutut Anda RP. 200 jt.
MAKA PELIHARA & JAGALAH!
Banyak yang tidak tahu, karena memang tidak ada yang memberi tahu, kalau sudah memasuki usia kepala 5, sebaiknya tidak memilih jogging, berlari, apalagi lompat.
Pengetahuan yang sesungguhnya murah ini, menjadi mahal, bahkan bisa sangat mahal, apabila masyarakat tidak tahu. Itu karena sendi lutut telanjur rusak.
Dan tahukah Anda, ongkos mengganti satu lutut yang telanjur rusak akibat ketidaktahuan itu, harganya Rp. 200 juta!

Karena itu, sebaiknya jangan sampai salah dalam memperlakukan sendi lutut, akibat masih tetap jogging, berlari, main tennis, badminton, volley dan aktivitas fisik lain yang membebani sendi lutut.

Contoh lain yang tidak boleh dilakukan di usia kepala 5 adalah tidak menginjak kerikil tanpa alas kaki, sehingga syaraf telapak kaki menderita radang, akibat tertekan kerasnya kerikil yang sangat keras, selama memikul bobot tubuh.

Alasan bahwa tindakan itu sebagai refleksologi, tidak bisa diterima akal sehat. Karena kalau itu sebagai suatu refleksologi, tekanan yang diterima telapak kaki hanya dilakukan oleh jempol tangan saja, yang tekanannya paling kuat hanya sekitar 5 kg.
Namun apabila berdiri di atas kerikil, tekanannya adalah seberat bobot tubuh.

Karena tidak ada yg memberi tahu,dan hanya karena mendengar “katanya menginjak kerikil tanpa alas kaki bisa menyehatkan”, maka yang semula maunya sehat, malah jadi korban kerusakan syaraf telapak kaki.
Akibat buruk menginjak kerikil bisa mengakibatkan terjadinya fascitis/plantaris.
Murahnya pengetahuan yang memberi informasi tidak menginjak kerikil tanpa alas itu menjadi sangat mahal kalau kita tidak tahu. Salam sehat.
Sumber: Dr. Handrawan Nadesul


2.       Bangun tidur jangan langsung jalan, bisa terjatuh:
Atur gerakan dengan ketentuan berikut:

3 X 1/2 MENIT
🍀 Dokter Ahli Syaraf, para ahli sering berpesan, "Setiap orang hrs memperhatikan 3 x ½ menit."Kenapa demikian?

🍀 3 x ½ menit adalah sesuatu yg cuma2, tetapi akan banyak mengurangi angka kematian secara tiba2! Sering kali terjadi seseorang siangnya masih sehat walafiat, tetapi malamnya meninggal. Tdk jarang kita mendengar cerita orang, kemarin saya masih ngobrol dgn dia,kenapa tiba2 dia meninggal?

🍀 Penyebabnya adalah ketika bangun malam utk ke kamar mandi sering dilakukan secara terlalu cepat. Begitu berdiri, otak kekurangan darah.

🍀 Mengapa perlu "3x ½ Menit"? Karena pola ECG (Electro Cardiogram) seseorang normal pada siang hari, tetapi bangun tengah malam untuk melaksanakan hajat tiba2 gambar ECG itu dpt beda. Karena dgn tiba2 bangun, otak akan menjadi anaemic, dan mengalami gagal jantung karena kekurangan darah.

🍀 Dianjurkan oleh para ahli utk menjalankan "3 kali ½ menit", yakni:
1. Bila terbangun, jgn langsung turun dari tempat tidur, tetapi berbaringlah selama ½ mnt.
2. Duduk di tempat tidur selama ½ mnt.
3. Turunkan kaki dan duduk di tepi ranjang selama ½ menit.

🍀 Selewat 3 x ½ menit yg dilakukan tanpa harus membayar sesenpun, otak tdk akan anaemic dan jantung tdk akan mengalami kegagalan, mengurangi kemungkinan jatuh dan meninggal ketika bangun tengah malam.

🍀 Pernah setelah membaca tulisan ini, seorang usia lanjut menangis menyesali kenapa tdk mengetahui hal ini jauh2 hari. Dua tahun lalu dia bangun tengah malam utk buang air kecil. Di kamar mandi tiba2 terasa dunia berputar dan jatuh. Akibatnya dia sekarang mengalami kelumpuhan dan tdk bisa meninggalkan tempat tidur, tulang punggungnya mengalami cedera. Kalau saja dia mengetahui hal ini sebelumnya, tentu tdk harus menderita selama ini.
🍀 Share ke org2 yg kita kasihi untuk mencegah terjadinya stroke muda."


3.       Cegah Alzeimer Dengan Senam Lidah

Copas dari grup WA INFO KESEHATAN Apa Alzeimer ?
Kisah Nyata "CERITA DARI TEMAN BAIK"

Aku adalah seorang yg sudah Tua, di Usia seperti aku ini, pasti banyak menyandang sakit/penyakit, tapi yang paling menguatirkan aku adalah terkena penyakit Alzeimer (kehilangan ingatan).
Bukan saja tidak bisa mengatur/merawat diri, bahkan merepotkan dan menyusahkan sanak keluarga.

Suatu hari, anakku pulang ke rumah, memberitahu aku bahwa ia mempunyai teman seorang dokter, mengajarinya satu seri gerakan SENAM LIDAH.

Senam lidah tidak cuma bisa mencegah Alzeimer, juga bisa menurunkan / memperbaiki: Berat Badan, Hypertansi, Penyumbatan Pembuluh Darah Otak, Ashma, Rabun jauh, Telinga mendengung, Infeksi Tenggorokan, Infeksi Pundak, Insomia (sulit tidur ), dll.

Anakku mengajariku, gerakannya sangat mudah, cukup dengan setiap pagi setelah membasuh muka di depan cermin, JULURKAN LIDAH dan MENARIK KEMBALI sebanyak 10X, Selanjutnya JULURKAN LIDAH, lalu gerakan ke kanan dan kiri sebanyak 10X, (kanan 10x, kiri 10x secara terus menerus) dengan cara: julurkan lidah, gerakkan ke kanan,  tarik lidah,........ julurkan lidah, gerakkan ke kiri, tarik lidah, ... kemudian ulangi sampai 10 x kanan dan 10 x kiri. Itu saja.

Sejak itu aku melakukan senam lidah setiap hari, terus menerus, lebih dari setahun, dan membuahkan hasil yang baik, tidak hanya Otak menjadi lebih Jernih dan Segar, Rabun Jauh, Kepala Pusing, juga memperbaiki Problem Pencernakan, Mudah Pilek dll yang selama ini ku derita, semuanya menjadi lebih ringan penderitaannya, badan menjadi lebih gesit dan lincah.

Catatan redaksi : Senam Lidah mencegah Alzeimer ada dasarnya, Dari penelitian Ilmu Kedokteran, syaraf lidah berhubungan dengan Otak Besar, saat badan kita menjadi tua dan lemah, tanda2 yg muncul terlebih dahulu adalah Lidah menjadi kaku dan kadang lidah suka tergigit sendiri. Maka, sering menggerakan lidah dengan Senam Lidah, akan men Stimulasi (memberi kejutan positive) Otak Besar, mencegah Otak Mengecil, dan mencapai tujuan kita menyehatkan Tubuh kita.

Kami sarankan kepada semua teman2 kami yg sudah Lanjut Usia agar dengan Rutin setiap hari melakukan senam lidah. Senam Lidah ketepatan Hasilnya 95%....100% Alangkah Bahagianya Kita bisa barbagi kepada banyak orang Mungkin Ada Yg Membutuhkan SEMOGA BERMANFAAT


4.       Senam/Gerakan Lain lihat video:

(1) Senam Lansia

(2) Senam kaki diabet: 

(3) Senam Otot2 Kaku? Saraf terjepit?

(4) Rahasia Sehat Alami 








Selasa, 19 April 2016

Penghayatan Baca Tahiyat (Tasyahud) Dapat Menambah Kekhusukan Sholat





Pada peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam naik ke hadhratullah menembus Muntahal khalai’iq (batas akhir seluruh Makhluk), berjumpa dengan Allah Subahanahu Wa Taala.

Beliau mendengar suara,
“mendekat mendekat wahai Muhammad, tenangkan dirimu dari ketakutanmu wahai Muhammad”
maka Nabi Muhammada sallallahu alaihi wa sallam pun bersujud lalu berkata:

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ للهِ

Attahiyyatul Mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatu lillah“
(Rahasia keluhuran, kebahagiaan, kemuliaan, keberkahan, milik Allah dan untuk Allah subhanahu wata'ala)

Allah SWT pun berfirman,

السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَاالنَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamu alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh”,
 (Salam sejahtera wahai Nabi dan Rahmatnya Allah, dan keberkahannya)

Maka Rasulullah menjawab:

السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَىعِبَادِ اللهِ الصَّا لِحِيْنَ

“Assalaamu alaina, wa alaa ibaadillahisshaalihiin”
(Salam sejahtera bagi kami (yaitu aku dan ummatku), dan hamba hamba yg shalih (yaitu para nabi dan malaikat)

Mendengar percakapan ini, para malaikat serentak mengumandangkan dua kalimah syahadat.

Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah
(Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah).

Ungkapan yang agung dan bersejarah inilah kemudian diabadikan sebagai bagian dari bacaan shalat yang disebut Tahiyat (Tasyahud).

Setelah mengetahui asal muasal dari bacaan Thiyat ini maka sangatlah tepat bila pada waktu sholat kita ucakpan dengan khusuk dengan tidak tergesa-gesa.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

Selasa, 12 April 2016

TERNYATA! 90% Muslim Sering Keliru Dengan Penggunaaan "Subhanallah" dan "Masya Allah"



Oleh: K.H Muhammad Arifin Ilham
Ungkapan dzikir atau kalimah thayyibah "Subhanallah" sering tertukar dengan ungkapan
"Masya Allah".

Yang benar,  ucapan "Subhanallah" digunakan jika merespons atau melihat keburukan dan "Masya Allah" kalau kita merasa kagum.  

SELAMA ini kaum Muslim sering “salah kaprah” dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci
Allah), tertukar dengan ungkapan Masya Allah (itu terjadi atas kehendak Allah) atau sebaliknya yang seharusnya mengucapkan MasyaAllah tertukar dengan Subahanallah.

SUBAHANALLAH
Untuk jelasnya ungkapan Subhanallah :
Penggunaan yang tepat adalah untuk mengungkapkan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. Misalnya, begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakana Subhanallah (“Mahasuci Allah dari keburukan tersebut”). Kalau bermaksud tidak setuju ingin merespons misalnya memarahi anak atau siapa saja sebaiknya menggunakan kata Astagfirullah BUKAN MasayaAllah.

"Allah Mahasuci dari keburukan tersebut".
Dari Abu Hurairah, ia berkata:
“Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Saw berjalan bersama para sahabat, lalu
aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui
Rasulullah Saw. Beliau bersabd :‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika
kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasululla , aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku
tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Saw
bersabda:Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis” (HR. Tirmizi).
“Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnya, keadaan junub jangan menjadi halangan untuk
bertemu sesama Muslim.

Dalam Al­Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), misalnya: “Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, juga digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik." (QS. 40­41).

MASYAALLAH
Masya Allah artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”.Ungkapan kekaguman kepada
Allah dan ciptaan­Nya yang indah lagi baik. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak
Allah”.
Untuk jelasnya ungkapan Masya Allah:
Penggunaan yang tepat MasyaAllah bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak­Nya.
“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu “Maasya Allah laa
quwwata illa billah” (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali
dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta
dan keturunan?” (QS. Al­Kahfi: 39).

KESIMPULANNYA:
Ungkapan Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik­baik atau keindahan. Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Swt Mahasuci dari semua keburukan tersebut.
Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah, indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah Ta'ala.

Lalu, apakah kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah, padahal seharusnya Masya Allah dan sebalinya?
 Insya Allah tidak. Allah Maha Mengerti maksud perkataan hamba­Nya.
Hanya saja, setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya Allah.

Wallahu a’lam bish­shawabi.


Selasa, 05 April 2016

Shalat Sunnah Fajar, Jangan Sampai Ditinggalkan

Di antara shalat-shalat sunnah, ada shalat sunnah yang memiliki keutamaan yang tak ternilai harganya. Dua rakaat yang memiliki keutamaan, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya. …
  

Di antara shalat-shalat sunnah, ada shalat sunnah yang memiliki keutamaan yang tak ternilai harganya. Dua rakaat yang memiliki keutamaan, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya. Sebuah amalan ringan, namun sarat pahala, yang tidak selayaknya disepelekan seorang hamba. Amalan tersebut adalah dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh atau disebut juga shalat sunnah fajar.

Keutamaannya

Keutamaan shalat sunnah fajar ini secara khusus juga disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim725)

Waktu pelaksanaan

Setelah selesai mendengar azan subuh sampai iqomat.

Tempat

Lakukanlah di Rumah
Inilah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melaksanakan shalat-shalat sunnah.. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan shalat sunnah di rumah dan memerintahkan agar rumah kita diisi dengan ibadah shalat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اجْعَلُوا فِى بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ ، وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
“Jadikanlah shalat (sunnah) kalian di rumah kalian. Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari  1187)

Tergantung jarak rumah kita dengan masjid terdekat. Kita harus perhitungkan dengan baik. Setelah sholat sunnah fajar ini akan disusul dengan sholat fardu subuh. Bagi laki-laki sholat fardu subuh diharuskan berjamaah di masjid. Kalau sunnah fajar dikerjakan di rumah, sedangkan waktu untuk mengejar shalat fardu subuh tidak cukup, maka harus dipilih shalat sunnah fajar dikerjakan di masjid. Jadi kita sudah berada di masjid pada waktu azan subuh. 
Shalat sunnah Tahajjud dan Witir kerjakan di rumah.

Bacaan Niat

“Ushalli sunnatal-fajri rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Allahu Akbar”

Bacaan Pada Setiap Rakaat

Terdapat beberapa hadits yang menyebutkan bacaan surah yang biasa dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah membaca surat Al Fatihah dalam shalat sunnah fajar.

Saya hanya simpulkan dari pendapat hadis itu sbb:

1. Rakaat pertama membaca surat Al Kafirun dan rakaat kedua membaca surat Al Ikhlas
2. Rakaat pertama membaca  ayat dalam surat Al Baqarah 136.  Rakaat kedua membaca ayat dalam surat Ali Imran 52.
3. Rakaat pertama membaca ayat dalam surat Al Baqarah 136. Rakaat kedua membaca ayat dalam surat Ali Imran ayat 64.

Renungan

Mari kita ulang baca keutamaan sholat sunnah fajar:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim725)

Kita simak surah yang dibaca, saya ambil yang Rakaat pertama membaca surat Al Kafirun dan rakaat kedua membaca surat Al Ikhlas.

Al Kafirun

Kesimpulan tadabur surat Al Kafirun:
Surah Al Kafirun dibaca agar umat Islam tidak terperangkap dalam upaya-upaya kafir yang mengajak kepada  kekafiran, baik dalam keyakinan, budaya, cara hidup, dan lain sebagainya, sebab setiap agama mempunyai ciri khas, budaya dan cara hidup masing-masing, sehingga umat Islam harus berbeda dengan umat yang lain dalam seluruh sisi kehidupan.

Kehidupan bermasyarakat dapat terjadi dalam keberagaman keyakinan dengan meyakini kebenaran masing-masing tetapi Muslim tidak mencampuradukkan yang haq (benar) dan yang bathil (tidak benar) dalam toleransi.  

Al Ikhlas:

Kesimpulan tadabur surat Al Ikhlas:
Surah ini dinamakan Al-Ikhlas, kerana ia mengukuhkan keesaan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia sendiri yang dituju untuk memenuhi semua keperluan, Alllah yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, tiada yang menyerupai dan tandingan-Nya. Konsekuensi dari semua itu adalah ikhlas beribadah kepada Allah dan ikhlas menghadap kepada-Nya saja.


Mengkondisikan komitmen setiap hari.

Mengerjakan sholat sunnah fajar yang waktunya tepat sebelum shalat subuh, ini mempunyai makna mengkondisikan komitmen setiap hari atas segala aktivitas yang akan dikerjakan dalam 1 hari yang dimulai dengan kegiatan sholat fardu subuh.  Setiap individu Muslim yang melaksanakan shalat sunnah fajar ini secara istiqomah dan benar-benar menghayati maknanya, maka individu tersebut akan selamat dalam melaksanakan aktivitas setiap hari dan mendapat pahala yang sangat besar.

Wallahu a'lam



Minggu, 03 April 2016

April Mop, Balasan Barat Terhadap Muslim Andalusia



April Mop di Barat dikenal dengan The April’s Fool Day.

Pada 1 April itu, orang boleh dan sah-sah saja menipu teman, orang tua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan, dengan mengatakan, "April Mop!".

Namun banyak umat Islam yang ikut-ikutan merayakan April Mop ini tidak mengetahui, bahwa April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Saat itu terjadi pembantaian ribuan umat Islam di Granada Spanyol di depan pelabuhan. Dengan tipuan akan diberangkatkan ke keluar Andalusia dengan kapal-kapal yang disediakan oleh Ratu Isabella, Muslim Andalusia malah dikonsentrasikan dan dengan mudah dibantai habis dalam waktu sangat singkat oleh ratusan pasukan salib yang mengelilingi dari segala penjuru.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Mereka kebanyakan terdiri atas para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Itulah akhir dari kejayaan Islam di Andalusia. Sebuah peradaban Islam yang dimulai dari perjuangan Tariq Bin Ziyad pada tahun 711 M dan berakhir pada 1487 M. Selama tujuh abad lebih peradaban ini telah menyumbangkan kepada dunia, kemajuan dalam berbagai ilmu pengetahuan, kebudayaan serta aspek-aspek ke-islaman, Andalusia kala itu boleh dikatakan sebagai pusat kebudayaan Islam dan Ilmu Pengetahuan yang tiada tandingannya setelah Konstantinopel dan Bagdad.

Balasan Barat Terhadap Muslim Andalusia
Namun ada sebuah kisah yang sangat memilukan. Pada 2 Januari 1492, kardinal Devider memasang salib di atas Istana Hamra; istana kerajaan Nashiriyah di Spanyol. Tujuannya sebagai bentuk proklamasi atas berakhirnya pemerintahan Islam di Spanyol.

Kaum Muslimin dilarang menganut Islam, dan dipaksa untuk murtad. Begitu juga mereka tidak boleh menggunakan bahasa Arab, siapa yang menentang perintah itu akan dibakar hidup hidup setelah disiksa dengan berbagai cara. Gereja di masa pemerintahan monarki Raja Ferdianand dan Isabella membuat Dewan Mahkamah Luar Biasa atau yang dikenal dengan Lembaga Inkuisi sebuah lembaga peradilan yang bertugas untuk menghabisi siapa saja orang-orang di luar Katholik. Lembaga ini kemudian bermetamorfosa menjadi Opus Dei.

Empat abad setelah jatuhnya Islam di Spanyol, Napoleon Bonaparte pada 1808 mengeluarkan instruksi untuk menghapuskan Dewan Mahkamah Luar Biasa tersebut. Dan di sinilah kisah ini berawal. Ditulis oleh Syaikh Muhammad Al Ghazali dalam bukunya At Ta’asub Wat Tasamuh (hal 311-318).

Tentara Prancis menemukan tempat sidang Dewan Mahkamah Luar Biasa itu di sebuah ruang rahasia di dalam gereja. Di sana ada alat alat penyiksaan seperti alat pematah tulang dan alat pengoyak badan. Alat ini untuk membelah tubuh manusia. Ditemukan pula satu peti sebesar kepala manusia. Di situlah diletakkan kepala orang yang hendak disiksa. Satu lagi alat penyiksaan ialah satu kotak yang dipasang mata pisau yang tajam. Mereka campakkan orang orang muda ke dalam kotak ini, bila dihempaskan pintu maka terkoyaklah badan yang disiksa tersebut.

Di samping itu ada mata kail yang menusuk lidah dan tersentak keluar, dan ada pula yang disangkutkan ke payudara wanita, lalu ditarik dengan kuat sehingga payudara tersebut terkoyak dan putus karena tajamnya benda benda tersebut. Nasib wanita dalam siksaan ini sama saja dengan nasib laki laki, mereka ditelanjangi dan tak terhindar dari siksaan.

Inilah jawaban untuk kita, mengapa saat ini, kita tidak menemukan bekas-bekas peradaban Islam yang masih hidup di Spanyol. Seolah-olah tersapu bersih, sebersih-bersihnya. Inilah balasan Barat terhadap Muslim.