Selasa, 12 April 2016

TERNYATA! 90% Muslim Sering Keliru Dengan Penggunaaan "Subhanallah" dan "Masya Allah"



Oleh: K.H Muhammad Arifin Ilham
Ungkapan dzikir atau kalimah thayyibah "Subhanallah" sering tertukar dengan ungkapan
"Masya Allah".

Yang benar,  ucapan "Subhanallah" digunakan jika merespons atau melihat keburukan dan "Masya Allah" kalau kita merasa kagum.  

SELAMA ini kaum Muslim sering “salah kaprah” dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci
Allah), tertukar dengan ungkapan Masya Allah (itu terjadi atas kehendak Allah) atau sebaliknya yang seharusnya mengucapkan MasyaAllah tertukar dengan Subahanallah.

SUBAHANALLAH
Untuk jelasnya ungkapan Subhanallah :
Penggunaan yang tepat adalah untuk mengungkapkan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. Misalnya, begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakana Subhanallah (“Mahasuci Allah dari keburukan tersebut”). Kalau bermaksud tidak setuju ingin merespons misalnya memarahi anak atau siapa saja sebaiknya menggunakan kata Astagfirullah BUKAN MasayaAllah.

"Allah Mahasuci dari keburukan tersebut".
Dari Abu Hurairah, ia berkata:
“Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Saw berjalan bersama para sahabat, lalu
aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui
Rasulullah Saw. Beliau bersabd :‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika
kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasululla , aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku
tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Saw
bersabda:Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis” (HR. Tirmizi).
“Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnya, keadaan junub jangan menjadi halangan untuk
bertemu sesama Muslim.

Dalam Al­Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), misalnya: “Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, juga digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik." (QS. 40­41).

MASYAALLAH
Masya Allah artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”.Ungkapan kekaguman kepada
Allah dan ciptaan­Nya yang indah lagi baik. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak
Allah”.
Untuk jelasnya ungkapan Masya Allah:
Penggunaan yang tepat MasyaAllah bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak­Nya.
“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu “Maasya Allah laa
quwwata illa billah” (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali
dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta
dan keturunan?” (QS. Al­Kahfi: 39).

KESIMPULANNYA:
Ungkapan Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik­baik atau keindahan. Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Swt Mahasuci dari semua keburukan tersebut.
Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah, indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah Ta'ala.

Lalu, apakah kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah, padahal seharusnya Masya Allah dan sebalinya?
 Insya Allah tidak. Allah Maha Mengerti maksud perkataan hamba­Nya.
Hanya saja, setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya Allah.

Wallahu a’lam bish­shawabi.