Oleh: K.H
Muhammad Arifin Ilham
Ungkapan
dzikir atau kalimah thayyibah "Subhanallah" sering tertukar dengan
ungkapan
"Masya
Allah".
Yang benar, ucapan "Subhanallah" digunakan jika merespons
atau melihat keburukan dan "Masya Allah" kalau kita merasa kagum.
SELAMA ini
kaum Muslim sering “salah kaprah” dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci
Allah),
tertukar dengan ungkapan Masya Allah (itu terjadi atas kehendak Allah) atau
sebaliknya yang seharusnya mengucapkan MasyaAllah tertukar dengan Subahanallah.
SUBAHANALLAH
Untuk
jelasnya ungkapan Subhanallah :
Penggunaan
yang tepat adalah untuk mengungkapkan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. Misalnya,
begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakana Subhanallah
(“Mahasuci Allah dari keburukan tersebut”). Kalau
bermaksud tidak setuju ingin merespons misalnya memarahi anak atau siapa saja
sebaiknya menggunakan kata Astagfirullah BUKAN MasayaAllah.
"Allah Mahasuci dari keburukan
tersebut".
Dari Abu Hurairah, ia berkata:
“Suatu hari aku berjunub dan aku melihat
Rasulullah Saw berjalan bersama para sahabat, lalu
aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi
junub. Setelah itu aku datang menemui
Rasulullah Saw. Beliau bersabd :‘Wahai Abu
Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika
kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasululla
, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku
tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam
keadaan junub. Rasulullah Saw
bersabda:Subhanallah, sesungguhnya mukmin
tidak najis” (HR. Tirmizi).
“Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnya,
keadaan junub jangan menjadi halangan untuk
bertemu sesama Muslim.
Dalam
AlQuran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang
tak pantas (hal buruk), misalnya: “Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa
yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, juga digunakan untuk mengungkapkan
keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik." (QS. 4041).
MASYAALLAH
Masya Allah
artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”.Ungkapan kekaguman kepada
Allah dan
ciptaanNya yang indah lagi baik. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak
Allah”.
Untuk
jelasnya ungkapan Masya Allah:
Penggunaan
yang tepat MasyaAllah bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi
penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena
kehendakNya.
“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala
kamu memasuki kebunmu “Maasya Allah laa
quwwata illa billah” (sungguh atas kehendak
Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali
dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu
anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta
dan keturunan?” (QS. AlKahfi: 39).
KESIMPULANNYA:
Ungkapan
Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik,
bukan yang baikbaik atau keindahan. Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa
Allah Swt Mahasuci dari semua keburukan tersebut.
Masya Allah
diucapkan bila seseorang melihat yang indah, indah karena keindahan atas kuasa dan
kehendak Allah Ta'ala.
Lalu, apakah
kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah, padahal seharusnya Masya Allah dan
sebalinya?
Insya Allah tidak. Allah Maha Mengerti maksud perkataan
hambaNya.
Hanya saja,
setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya
Allah.
Wallahu
a’lam bishshawabi.
