Selasa, 19 April 2016

Penghayatan Baca Tahiyat (Tasyahud) Dapat Menambah Kekhusukan Sholat





Pada peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam naik ke hadhratullah menembus Muntahal khalai’iq (batas akhir seluruh Makhluk), berjumpa dengan Allah Subahanahu Wa Taala.

Beliau mendengar suara,
“mendekat mendekat wahai Muhammad, tenangkan dirimu dari ketakutanmu wahai Muhammad”
maka Nabi Muhammada sallallahu alaihi wa sallam pun bersujud lalu berkata:

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ للهِ

Attahiyyatul Mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatu lillah“
(Rahasia keluhuran, kebahagiaan, kemuliaan, keberkahan, milik Allah dan untuk Allah subhanahu wata'ala)

Allah SWT pun berfirman,

السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَاالنَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamu alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh”,
 (Salam sejahtera wahai Nabi dan Rahmatnya Allah, dan keberkahannya)

Maka Rasulullah menjawab:

السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَىعِبَادِ اللهِ الصَّا لِحِيْنَ

“Assalaamu alaina, wa alaa ibaadillahisshaalihiin”
(Salam sejahtera bagi kami (yaitu aku dan ummatku), dan hamba hamba yg shalih (yaitu para nabi dan malaikat)

Mendengar percakapan ini, para malaikat serentak mengumandangkan dua kalimah syahadat.

Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah
(Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah).

Ungkapan yang agung dan bersejarah inilah kemudian diabadikan sebagai bagian dari bacaan shalat yang disebut Tahiyat (Tasyahud).

Setelah mengetahui asal muasal dari bacaan Thiyat ini maka sangatlah tepat bila pada waktu sholat kita ucakpan dengan khusuk dengan tidak tergesa-gesa.

Semoga bermanfaat.

Sumber: