Di
antara shalat-shalat sunnah, ada shalat sunnah yang memiliki keutamaan yang tak
ternilai harganya. Dua rakaat yang memiliki keutamaan, sampai-sampai Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya. …
Di antara shalat-shalat sunnah, ada shalat sunnah yang memiliki
keutamaan yang tak ternilai harganya. Dua rakaat yang memiliki keutamaan,
sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak
pernah meninggalkannya. Sebuah amalan ringan, namun sarat pahala, yang tidak
selayaknya disepelekan seorang hamba. Amalan tersebut adalah dua rakaat shalat
sunnah sebelum subuh atau disebut juga shalat sunnah fajar.
Keutamaannya
Keutamaan shalat sunnah fajar ini secara khusus juga disebutkan oleh Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam :
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh
isinya.”(HR. Muslim725)
Waktu
pelaksanaan
Setelah selesai mendengar azan subuh
sampai iqomat.
Tempat
Lakukanlah
di Rumah
Inilah
yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melaksanakan
shalat-shalat sunnah.. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan
shalat sunnah di rumah dan memerintahkan agar rumah kita diisi dengan ibadah
shalat.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اجْعَلُوا
فِى بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ ، وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
“Jadikanlah
shalat (sunnah) kalian di rumah kalian. Janganlah jadikan rumah kalian seperti
kuburan.” (HR. Bukhari 1187)
Tergantung
jarak rumah kita dengan masjid terdekat. Kita harus perhitungkan dengan baik.
Setelah sholat sunnah fajar ini akan disusul dengan sholat fardu subuh. Bagi
laki-laki sholat fardu subuh diharuskan berjamaah di masjid. Kalau sunnah fajar
dikerjakan di rumah, sedangkan waktu untuk mengejar shalat fardu subuh tidak
cukup, maka harus dipilih shalat sunnah fajar dikerjakan di masjid. Jadi kita
sudah berada di masjid pada waktu azan subuh.
Shalat sunnah Tahajjud dan Witir kerjakan di rumah.
Shalat sunnah Tahajjud dan Witir kerjakan di rumah.
Bacaan Niat
“Ushalli sunnatal-fajri rak’ataini lillaahi
ta’aalaa. Allahu Akbar”
Bacaan Pada
Setiap Rakaat
Terdapat beberapa hadits yang menyebutkan bacaan surah yang
biasa dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah
membaca surat Al Fatihah dalam shalat sunnah fajar.
Saya hanya simpulkan dari pendapat hadis itu sbb:
1. Rakaat pertama membaca surat Al Kafirun dan rakaat kedua
membaca surat Al Ikhlas
2. Rakaat pertama membaca
ayat dalam surat Al Baqarah 136. Rakaat
kedua membaca ayat dalam surat Ali Imran 52.
3. Rakaat pertama membaca ayat dalam surat Al Baqarah 136. Rakaat
kedua membaca ayat dalam surat Ali Imran ayat 64.
Renungan
Mari kita ulang baca keutamaan sholat sunnah fajar:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan
seluruh isinya.”(HR. Muslim725)
Kita simak surah yang dibaca, saya ambil yang Rakaat pertama
membaca surat Al Kafirun dan rakaat kedua membaca surat Al Ikhlas.
Al Kafirun
Kesimpulan tadabur surat Al Kafirun:
Surah Al Kafirun dibaca agar umat Islam tidak terperangkap dalam
upaya-upaya kafir yang mengajak kepada kekafiran,
baik dalam keyakinan, budaya, cara hidup, dan lain sebagainya, sebab setiap
agama mempunyai ciri khas, budaya dan cara hidup masing-masing, sehingga umat
Islam harus berbeda dengan umat yang lain dalam seluruh sisi kehidupan.
Kehidupan bermasyarakat dapat terjadi dalam keberagaman
keyakinan dengan meyakini kebenaran masing-masing tetapi Muslim tidak mencampuradukkan
yang haq (benar) dan yang bathil (tidak benar) dalam toleransi.
Al Ikhlas:
Kesimpulan tadabur surat Al Ikhlas:
Surah ini dinamakan Al-Ikhlas, kerana ia mengukuhkan keesaan
Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia sendiri yang dituju untuk memenuhi semua
keperluan, Alllah yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, tiada yang menyerupai
dan tandingan-Nya. Konsekuensi dari semua itu adalah ikhlas beribadah kepada
Allah dan ikhlas menghadap kepada-Nya saja.
Mengkondisikan komitmen setiap hari.
Wallahu a'lam
