Minggu, 31 Juli 2016

Lingkaran Ketiga Bob Sadino


LINGKARAN KETIGA BOB SADINO

Timeline sedang ramai dengan kontroversi Razia Warung Makan di bulan puasa. Saya pun saat awal nonton, langsung bereaksi spontan, yang tak sadar telah mendukung satu sisi pertentangan.
Yuk kita sama-sama belajar memahami kejadian ini dengan teori 3 Lingkaran yang dipopulerkan oleh Om Bob Sadino.

Teori ini pada dasarnya bukan murni buatan Om Bob. Saya pernah mengonfirmasi kepada Om Bob, bahwa teori ini diperkenalkan oleh Gede Prama, dan Om Bob mengakuinya. Hanya saja penjelasan versi Om Bob, bagi saya lebih mengena.

Lingkaran Pertama: LOGIKA - Hitam Putih
Saat saya ‘merasa’ bahwa razia itu tidak perlu dilakukan dan mendzolimi kaum lemah dengan merampas makanan Bu Saenah, maka saya ‘merasa’ bahwa saya BENAR, sedangkan kubu pemerintah (pembuat perda) adalah SALAH.

Lingkaran Kedua: BIJAK - Putih Putih
Setelah mencari pendapat dari beberapa sumber, terutama yang membela pihak pemerintah, saya ‘belajar’ memahami kedua sisi. Ternyata dari kedua sisi memiliki alibi bahwa mereka BENAR. Hal itu berdampak dengan berkurangnya ‘kebencian’ saya terhadap pihak lawan.
Dari situlah saya bisa memahami bahwa, “Benar itu menurut siapa, versi mana?”.

Lingkaran Ketiga: IMAN - Zero
Kemudian saya berusaha menarik diri, ‘tidak menilai’, memaknai setiap proses kejadian, dari awal hingga akhir. Apa yang saya dapat?
Ternyata kejadian ini bagus untuk semuanya.

• Satpol PP merasia, karena mereka menjalankan perintah atasan.

• Atasan, sebagai pejabat pemerintah daerah membuat peraturan itu, untuk menciptakan iklim yang kondusif dan menjaga kekhusukan ibadah selama Ramadhan.

• Bu Saenah yang buta huruf, tak dapat membaca dan otomatis tak memahami adanya aturan itu.

• Terjadilah razia, diliput media.
   Seolah tak adil bagi Bu Saenah saat itu, apalagi lauk pauknya dibungkus dan ‘disita’ oleh petugas.

• Netizen ‘iba’ dan melakukan penggalangan dana. Kemanusiaan kita diasah.

• Bu Saenah, yang sudah berusia 53 tahun, mendapatkan ‘pesangon’ untuk beliau istirahat sejenak dari kerja kerasnya sehari-hari.

• Sosialisasi perda menjadi lebih baik, karena dibantu media sosial yang viral.

• Masyarakat, khususnya saya, mendapat pencerahan dan ilmu baru.

Bukankah kejadian ini bagus? Itulah yang Om Bob sebut dengan lingkaran ketiga, “Mengimani setiap kejadian sebagai kebaikan”.

Artikel ini bukan untuk berdebat, karena sudah lewat dan saya tak akan melayani perdebatan.

Sebagai penutup, saya kutipkan quote dari Gede Prama:
Jika seseorang menyalahkan orang lain, ia perlu belajar.
Jika seseorang menyalahkan diri sendiri, ia mulai belajar.
Jika seseorang berhenti menyalahkan, pembelajaran usai.
Selamat menikmati Training Akbar Ramadhan. 
Yuk bersihkan hati dan pikiran, kembali pada fitrahnya.. #Zero


Sabtu, 30 Juli 2016

Mari Kita Hayati "Doa Duduk Diantara Dua Sujud

Bacaan dalam sholat adalah termasuk zikkir dan doa.

Bagi pembaca yang masih sulit khusuk sholatnya termasuk penulis, mari kita usaha menghayati makna dari bacaan-bacaan sholat. Postingan ini memilih bacaan Doa Duduk Diantara Dua Sujud, yang dapat dibaca dalam Blog tautan. KLIK INI.

Kamis, 21 Juli 2016

WAKTU ADALAH NAFAS, WAKTU ADALAH IBADAH

copas dari WA grup

RENUNGAN PAGI

Kalau di masa lalu kita belajar WAKTU adalah UANG, 

Mulai saat ini kita  belajar
"WAKTU  adalah  NAFAS ".
"WAKTU  adàlah IBADAH".

Waktu adalah nafas yang setelah terlewat tidak akan bisa kembali…

WAKTU adalah ibadah karena  setiap detik harus bernilai ibadah. Apa pun aktivitasnya.

Manusia sesungguhnya hanya pengendara di atas punggung usianya.

Digulung hari demi hari, bulan & tahun tanpa terasa.

Nafas kita terus berjalan seiring jalannya Waktu, setia menuntun kita ke pintu kematian.

Sesungguhnya DUNIA lah yang makin kita JAUHI & LIANG KUBUR lah yang makin kita DEKATI.

1 hari berlalu, berarti 1 hari pula berkurang usia kita.

Umur kita yg tersisa di hari ini sungguh tak ternilai harganya,
Sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita.

Karena itu, "Jangan biarkan HARI INI  berlalu tanpa KEBAIKAN yang bisa kita LAKUKAN,"

JANGAN tertipu dengan USIA MUDA, krn SYARAT utk MATI tidaklah harus TUA.

JANGAN terperdaya dgn badan sehat, krn SYARAT  MATI tidak pula harus SAKIT.

TERUSLAH
Berbuat baik…
Berkata baik…

WALAU tak banyak orang yg mengenali kebaikan kita, tp KEBAIKAN yg kita lakukan adalah KEBAHAGIAAN dimana perbuatan BAIK kita akan terus dikenang oleh mereka yg kelak kita tinggalkan.

Jadilah seperti AKAR yg TIDAK TERLIHAT, tapi tetap MENYOKONG KEHIDUPAN;

Jadilah seperti JANTUNG yg TIDAK TERLIHAT, tapi terus *BERDENYUT setiap saat TANPA HENTI; 
Hingga membuat kita TERUS HIDUP, sampai BATAS WAKTUNYA utk BERHENTI*.

Wallahu a'lam

Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin.... Aamiin.  👏

AKU BELAJAR...Hidup Adalah Belajar

copas dari WA grup,

Untuk diresapi 😭 :
Saudara2ku, ini ada Renungan yang Menyejukkan... 

Aku belajar dgn lebih banyak diam, daripada lebih banyak bicara...

Aku belajar bersabar dari sebuah kemarahan...

Aku belajar mengalah dari sebuah keakuan,

Aku belajar tersenyum dari suatu kesedihan...

Aku belajar tegar dari suatu kehilangan...

Hidup adalah BELAJAR.....   

Belajar bersyukur meskipun tak puas...  

Belajar ikhlas meskipun tak rela....  

Belajar taat meskipun berat...  

Belajar memahami meskipun tak sehati...  

Belajar sabar meski terbebani...  

Belajar memberi walaupun tak seberapa ....

Belajar mengasihi meski tersakiti....  

Belajar tenang meski gelisah...

Belajar percaya diri meski sulit...

Belajar tabah meski ujian banyak menerpa...

Aku belajar...

bahwa tidak setiap saat hidup ini indah,  kadang ALLAH  menyapaku melalui berbagai cara.
Tetapi aku tahu bahwa DIA tidak pernah meninggalkanku,

Sebab itu aku belajar menikmati hidup dengan bersyukur...  

Aku belajar.... 

bahwa tidak semua yang kuharapkan bisa menjadi kenyataan,

kadang ALLAH  membelokkan rencanaku KARENA TAK SESUAI DENGAN RENCANA-NYA.
Tetapi aku tahu bahwa itu lebih baik dari yang mampu  kurencanakan,
sebab itu aku belajar menerima semua itu dengan sukacita.   

Aku belajar.... 

bahwa ujian itu  pasti datang dalam hidupku, karena Allah pasti menguji ummatNYA yang beriman...

Aku tak mau dipengaruhi setan untuk marah dan emosi,
aku tak mau menyalahkan orang lain,
juga tidak mungkin aku berkata "ALLAH" tidak adil.
Karena aku tahu bahwa semua itu tidak akan melampaui kekuatanku,

sebab itu aku belajar menghadapinya dengan sabar dan tawakal....

Aku belajar....

bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali & ditangisi, karena semua adalah rancangan-NYA yang indah.
Maka dari itu aku belajar bersabar, bersyukur & bersukacita dalam segala perkara.

Karena semua itu menyehatkan jiwa & menyegarkan hidupku...   

• Ketika "Kaki" sudah tak kuat berdiri... "BERSIMPUHLAH"...

• Ketika "Tangan" sudah tak kuat menggenggam... "LIPATLAH"...

• Ketika "Kepala" sudah tak kuat ditegakkan... "MENUNDUKLAH"...

• Ketika "Hati" sudah tak kuat menahan kesedihan, "MENANGISLAH "...

• Ketika "Hidup" sudah tak mampu untuk dihadapi, "BERSABARLAH", "BERSUJUDLAH ", " BESERAH DIRILAH", "BERDO'A-LAH"...

ALLAH  selalu setia bersama kita...
dan apa saja yang kita minta dalam DO'A dengan penuh keyakinan,  DIA akan mengabulkannya...
Dengan syarat, kita harus selalu bertakwa padaNya...  

ALLAH mendengar lebih dari yang kau katakan...
ALLAH  menjawab lebih dari yang kau minta...
ALLAH memberi lebih dari yg kau inginkan...
  
Karena, di belakangmu ada kekuatan yang tak terhingga...
di hadapanmu ada kemungkinan tanpa batas, disekitarmu ada kesempatan yang tiada akhir...
Lebih dari itu, di atasmu ada ALLAH yang selalu menyertaimu...

Yakinilah...

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.…
(QS Al Baqarah [2] ayat 153)

# Ingatlah saudaraku...

Cinta Allah kpd hambanya abadi, seperti lingkaran, tak berawal dan tak  berakhir...

Semoga kita mampu merasakan cintaNYA...

Barakallahu fikum ...
Aamiin yaa Rabb

KITA TAHU, TAPI SAYANG…

copas dari WA grup

📜 KITA TAHU, TAPI SAYANG…❓
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengisahkan :

“Seorang anak perempuan meninggal karena Tho’un, kemudian ayahnya melihatnya di dalam mimpi, maka ayahnya berkata kepadanya : “Wahai anakku kabarkan kepadaku tentang akhirat!”
Anak perempuan itu menjawab :

“Kami telah melewati perkara yang sangat besar, dan sesungguhnya kita telah mengetahui, tapi kita tidak mengamalkannya. Demi Allah, sesungguhnya satu ucapan tasbih atau satu raka’at sholat yang tertulis dalam lembaran amalku lebih aku sukai daripada dunia dan seluruh isinya”..

Berkata Ibnul Qayyim :

“Anak perempuan itu telah mengatakan perkataan yang dalam maknanya (sesungguhnya kami mengetahui, tapi kita tidak mengamalkan), akan tetapi banyak diantara kita yang tidak memahami maknanya..”

🍃 Kita mengetahui, bahwa ucapan “Subhaanallaahi wa bihamdihi” sebanyak 100 kali dalam sehari akan menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang, Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun.

🍃 Kita mengetahui, bahwa pahala dua raka’at Dhuha setara dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang, Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha.

🍃 Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya 
dari api neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar.

🍃 Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70 ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya. Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini.

🍃 Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid
walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu.

🍃 Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur. Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang pun janda dan anak yatim.

🍃 Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al-Qur’an dalam jadwal harian kita.

🍃 Kita mengetahui, bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang, kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya.

🍃 Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallaam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam.

🍃 Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu.

🍃 Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggal mendahului kita. tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka.

📣 Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah...
Semoga kita segera mengubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi..
Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita di dunia..

🌋 Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata, kaki, dan tangan kita yang menjadi saksi..
Dan pada hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, teman-teman dan anaknya, karena pada hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing2.

Saya telah mengirimkan nasihat ini kepada orang yang saya cintai karena Allah, maka kirimkanlah nasihat ini kepada orang yang Anda cintai.

KISAH PANGLIMA PERANG YANG DI PECAT KARENA TAK PERNAH BERBUAT KESALAHAN

copas dari WA grup

KISAH PANGLIMA PERANG YANG DI PECAT KARENA TAK PERNAH BERBUAT KESALAHAN

Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus." Ya! beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus.

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit.

Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.

Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Syaidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, "Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!"

Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.

Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, "Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?"
"Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!" Jawab Khalifah.
"Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?"

"Kamu tidak punya kesalahan."

"Kalu tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?"

"Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik."

"Lalu kenapa saya dipecat?" tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, "Khalid, Anda itu jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah Anda pimpin, dan tak pernah satu kalipun Anda kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjung Anda. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan Anda. Tapi, ingat Khalid, Anda juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong. Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini Anda saya pecat. Supaya Anda tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja Anda tak bisa berbuat apa-apa!"

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang Ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. Sambil menangis belaiu berbisik, "Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!"

Bayangkan Sahabat…. jenderal mana yang berlaku mulia seperti itu? Mengucapkan terima kasih setelah dipecat. Padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah jenderal yang mampu berlaku mulia seperti itu saat ini?

Hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemarin.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, "Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat."

Dengan tenang Khalid bin Walin menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah."

***
Sebuah kisah yang sangat indah dari seorang jenderal, panglima perang, Pedang Allah yang Terhunus. Kita bisa mengambil banyak hikmah dari kisah ini. Betapa rendah hati Sahabat Nabi yang mulia ini. Beliau penuh kemuliaan, punya jabatan, populer, dan tak pernah berbuat kesalahan. Namun, ketika semua itu dicabut beliau sedikitpun tak terpengaruh. Beliau tetap berbuat yang terbaik. Karena memang tujuannya semata-mata hanya mencari keridhaan Allah SWT.

MUKHLIS - TAWAKAL KEPADA ALLAH SWT

MUKHLIS – TAWAKAL KEPADA  ALALAH SWT

1.       MUKHLIS – MUKHLISINA LAHUDDIIN

MUKHLIS adalah asal kata dari IKHLAS yang artinya MURNI tanpa campuran apa-apa. EMAS yang 24 karat kemurniannya adalah 99,99% (100%) tanpa boleh ada campuran yang lain.  Begitu seharusnya kemurnian kita di dalam beragama, tidak boleh mencampurkan adukkan ketika kita menyeru atau menyembah tersebut bagi yang selain Allah. 

Allah meminta agar kita menyeru dan menyembah-Nya dalam bentuk ; MUKHLISINA LAHUDDIN (mukhlis bagi-Nya agama) yaitu agama-Nya yang lurus.

Setiap Idul Fitri atau Idul Adha kita melakukan takbir berulang-ulang sebelum pelaksanaan shlolat disertai kata-kata yang termasuk mukhlisina lahuddiin spt di bawah ini:

" Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, 
Wasubhaanallaahi bukrataw wa ashiillaa. 
Laa ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiin, 
Walau karihal kaafiruun, walau karihal musyrikun, walau karihal munafiqun.
Laa ilaaha illallaahu wahdah, shodaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundahu wahazamal ahzaaba wahdah.
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. 
Allaahu akbar walillaahil hamd."

"Allah maha besar dan juga sempurna kebesaran-Nya, Segala puji bagi-Nya dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada yang kami sembah selain kepada-Nya, Kami memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, musrik, dan munafiq membencinya. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-esaan-Nya. Dia Maha menepati janji. Dan menolong hamba-hamba-Nya, Memuliakan bala tentara-Nya dan menghancurkan musuh-musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan Segala Puji hanya bagi Allah."

Di dalam Al Quran Allah telah tegaskan ;
Wa ma 'umiru illa liya'budullaha mukhlisina lahud din(a), hunafa 'a wa yuqimus salata wa yu' tuz zakata wa zalika dinul qayyimah(ti).

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. 
(Al-Bayyinah : 98 : 5)

Sebagian dari kita sekarang seolah-olah sudah merasa aman, karena kita menganggap bahwa kita telah menyembah Allah. Mungkin kita menyembah Allah, namun apakah kita sudah menyeru dan menyembah secara MUKHLISINA LAHUDIN?


2. TAWAKAL KEPADA ALLAH SWT

Tawakal adalah suatu sikap mental seorang yang merupakan hasil dari keyakinannya yang bulat kepada Allah SWT karena di dalam tauhid ia diajari agar meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan segala-galanya, pengetahuanNya Maha Luas, Dia yang menguasai dan mengatur alam semesta ini.

Orang yang bertawakal adalah orang yang sungguh-sungguh dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
Dalam (QS. Āli Imrān 3:159), 
Allah berfirman, yang terjemahnya sperti berikut:
Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal. 

Kemudian dalam (QS. Āli Imrān 3: 160),  Berserah dirilah kepada Allah untuk memohon pertolongan-Nya niscaya Allah akan menolong kita. 
arti teks adalah sbb: 
Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

Hubungan Tawakal dengan Usaha

Tawakal kepada Allah bukan berarti menghilangkan dan meninggalkan usaha atau ikhtiar. Bahkan tawakal tidak sah tanpa adanya usaha. Rasulullah saw. adalah contoh orang yang paling bertawakal. Namun beliau selalu mengadakan persiapan dalam menghadapi sesuatu. Beliau memerintahkan kepada orang lain agar bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Orang yang tidak mau berusaha, ia tidak akan memperoleh sesuatu yang ia harapkan. Jika seseorang ingin sembuh dari penyakitnya, hendaklah ia berobat. Dalam hal ini Rasulullah menegaskan,
‎‎Hai manusia, berobatlah! Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali telah menyiapkan obatnya.”

Hubungan Mukhlisina Lahuddin dan Tawakal kepada Allah SWT:
Hubungannya sangat erat:
Ikhlas harus Mukhlisina Lahuddin…. Murni menyembah hanya kepada Allah
Tawakal juga menyerahkan diri total hanya kepada Allah, tetapi harus ada usaha nyata.

Keduanya adalah keyakinan dan tindakan hanya kepada Allah SWT.

Ikhlas melaksanakan agama yang lurus kepada Allah dan total menyerahkan diri kepada Allah.

Implikasinya:

1.    Terhindar dari kemusyrikan

kata hunafa atau hanifa juga kita ucapkan sewaktu shalat dalam bacaan Iftitah seperti di bawah ini.
.....hanifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin, .....



2.    Ihklas menerima KEHENDAK ALLAH SWT namun harus berusaha.

3.    Ikhlas menerima MUSIBAH dengan sabar. Musibah itu adalah salah satu bukti bahwa Allah masih cinta kapada kita dengan memberi ujian agar kita selalu mengingat dan mendekatkan diri dengan-Nya dan musibah dapat juga mengurangi dosa-dosa misalnya sabar menerima sakit.

4.    Ikhlas melaksanakan atau menggunakan  NIKMAT yang Allah berikan, sesuai dengan petunjuk Al Quran dan Hadits. NIKMAT itu dapat juga merupakan ujian yang diberikan kepada kita yang kelak kita harus pertanggungjawabkan.

Semoga Allah melimpahkan banyak kebaikan, ketaatan dan kebahagiaan buat kita semua.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun -
Wa'Salaamun ala Mursaliin-
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbil’Alaamiin
★ SELAMAT BER-IBADAH ★

Selasa, 19 Juli 2016

MAHALNYA HIDAYAH - Suatu Renungan

copas dari WA grup

"MAHALNYA HIDAYAH"

Tidaklah cukup hafal Al-Qur'an dan hadist.

°~ Kisah nyata ini pernah dituturkan oleh Habib Quraisy bin Qosim Baharun Cirebon, dari kisah perjalanannya tahun 1996 silam.
Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita, betapa berharganya iman dan Islam bagi kita.

°~》Kala itu sebuah pesawat melintasi daratan benua Afrika, atmosfer dan lautannya beserta biosfernya yang rumit.
Sayap pesawat nan kokoh melibas setiap awan yang ada dihadapannya. Penumpang pesawat duduk tenang di kursi empuk sambil menikmati sesuatu yang nyaman baginya sembari menunggu pesawat itu lending pada bandara tujuan selanjutnya.

Diantara penumpang pesawat itu ialah Habib Quraisy serta seorang ibu Tua berpakaian penutup jilbab disebelahnya.
Usia ibu Tua itu berkisar sekitar 65 atau 70 tahun.
Di dalam perjalanan ibu Tua itu menyapa Habib Quraisy dan menanyakan tempat tujuannya dengan berbahasa arab yang fasih.

“Kemana Anda akan pergi ?” Tanya Ibu Tua itu.
“Saya akan transit ke Yordan kemudian melanjutkan perjalanan ke Yaman”. Jawab Habib.

“Dimana asal Anda ?” Tanya ibu Tua itu kembali juga dengan bahasa arab yang sangat fasih.
Habib jawab “Saya berasal dari Indonesia”..

Mengetahui Habib Quraisy orang Indonesia, sejurus ibu Tua mentranslate bahasanya dengan bahasa Indonesia. Padahal dari perbincangannya Ia mengetahui bahwa ibu Tua itu sendiri adalah wanita kelahiran Jerman dan warga Negara Jerman. 

Pada gilirannya ibu Tua itu lantas berbahasa Indonesia yang amat fasih pula. Lalu bertanya lagi..
“Adik di Indonesia dimana?”. Habib Quraisy katakan ; “Saya di Jawa”.

Tak ubahnya seperti mengetahui sesuatu, Ibu itu lantas merubah dialognya dengan menggunakan bahasa Jawa yang dialegnya sangat halus dan hampir-hampir Habib Quraisy tidak paham dan Ia katakan pada Ibu itu “Luar biasa, Ibunda begitu banyak menguasai bahasa sampai bahasa Indonesia dan Jawa sekalipun, padahal Anda orang Barat”.

Ibu Tua itu hanya tersenyum bijak sambil berkata “Saya ‘Alhamdulillah’ menguasai sebelas bahasa dan duapuluh bahasa daerah”.

Silih waktu dari perbincangan Habib Quraisy bersama Ibu Tua itu mengarah kepada hal-hal yang berkaitan dengan agama.

Wanita Tua itu mulai mengupas pembahasan Al Qur’an dengan indah dan mahirnya.
Habib pun penasaran atas kehebatannya menjelaskan Al Qur’an dan bertanya “Apakah Ibunda hafal Al Qur’an ?”
Beliau menjawab “Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal”.
Tidak sampai disitu saja, Ibu Tua itu melanjutkan bicaranya “Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist. 
Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadist tentang hukum sehingga saya hafal kitab hadist Bulughul Marom di luar kepala”.

“Lantas saya masih belum merasa cukup, karena di dalam Islam bukan hanya ada halal dan haram tapi harus ada fadhailul amal, maka saya pilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal dan saya hafal”. Kata Ibu itu menuturkan pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.

Dan lagi Ibu itu kembali bertutur “Di sisi agama ada namanya tasawuf, maka saya cendrung pada tasawuf sehingga saya memilih kitab Ihya Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkan membacanya.
Saking seringnya saya membaca Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala”.

Habib Quraisy terperangah melihat kehebatan dan luar biasanya Ibu Tua itu. Namun karena tidak mau percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba mentest kebenaran perkataannya. Apakah benar Ia telah hafal Al Qur’an? Apakah benar Ia menguasai Tafsir Jalalain tentang asbabunnuzul dan qaul Ibnu Abbas?
Setelah melalui beberapa pertanyaan. Ternyata memang benar Ibu itu hafal Al Qur’an bahkan Ia mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan piawai.

Ketika Habib mengangkat permasalahan ihya mawat yang ada di dalam kitab Bulughul Maram Ibu Tua itu pun menjabarkannya cukup jelas.
Ketika Habib membahas tentang hadist Riyadhus Sholihin maka Ibu Tua itu menyebutka sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah kitab hadist tersebut.
Dan lagi Ia menjelaskan masalah hati psikologi berbasis kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub.
Kembali Habib dibuat heran akan kehebatan Ibu Tua itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Menurutnya, sejauh ini selain gurunya Habib belum pernah menemukan orang sekaliber Ibu yang ada duduk di sampingnya.

Pesawat mendarat lending di airport.
Ketika pesawat itu sudah benar-benar berhenti para penumpang semuanya menyiapkan diri termasuk barangnya bawaannya menuruni pesawat.
Begitu pula Ibu itu mengambil tasnya yang di ada di kabin, karena sudah merasa kenal Habib mencoba bantu mengambilkan tas itu dan menurunkan tiga tas ke lantai pesawat.

Subhanallah… ketika Ibu itu menunduk untuk mengambil tas itu ternyata keluar dari bilik jilbabnya seutas kalung yang bertanda palang salib.
Seperti petir menyambar di siang bolong,
Habib Quraisy menunduk dengan lemah.
Ibu itu hanya tersenyum dan mengatakan “Akan saya jelaskan kepadamu nanti di hotel”.

Seperti katanya Habib akan transit dulu selama satu hari satu malam, pun Ibu Tua itu.
Maka di ruang receptioner (ruang tunggu) Ia tunjukkan nomor kamarnya kepada Habib dan kemudian berjanji untuk bertemu di ruang lobi restaurant.

Sesuai kesepakatan keduanya akhirnya bertemu.
Kepada Habib Quraisy Ibu itu mengatakan “Saya bukan orang Kristen, mengapa saya keluar dari Kristen ?… karena saya menganggap Kristen itu hanya dongeng belaka.
Dan kalung ini bukan berarti saya Kristen, tapi kalung ini adalah pemberian almarhumah ibu saya”.
Ibu Tua itu pun mengatakan bahwa Ia telah mempelajari beberapa agama, Kristen, Hindu juga Islam.
Ia juga sempat mengungkapkan ketertarikannya mengenai keagungan yang ada di bilik wahyu Allah Swt dan hadits Nabi Muhammad SAW.

“Ibu apa agamanya sekarang ?” Habib bertanya.
Dia katakan “Saya tidak beragama”

“Seandainya Ibu masuk agama Islam, begitu membaca syahadat, ibu akan langsung mendapat titel kiyai haji”. Karena demikian luas ilmu yang ia miliki kata Habib.

Ia menjawab “Mungkin karena saya belum dapat hidayah dari Allah”
Habib Quraisy sempat menetaskan air mata bersyukur kepada Allah SWT, bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Al Qur’an dan lain sebagainya belum Allah izinkan untuk beriman kepada-NYA.

Sementara kita tanpa usaha apapun, telah dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi seorang yang muslim.
Demikian kisah ajib ini.
Semoga yg membaca dan yang turut merilis kisah ini, dapat mengambil iktibar betapa bersyukurnya kita telah dianugrahkan iman.
Semoga Iman, Islam kita semakin bertambah kuat sampai ajal menjemput, sehingga kita termasuk orang yang husnul khotimah.

Tulisan 'Mahalnya Hidayah'.., yg dituturkan Hbb Quraisy b Qosim Baharun ...mungkin orang yg dimaksud  namanya Ann Marie Schimmel seorang ahli terkemuka dalam literature Islam & mistisisme (tasawuf), sebagai professor mengajar di 3 Universitas terkenal di 3 Negara berbeda,  dikenal memiliki ingatan fotografis.  
Wafat Pada tahun 2003 usia 80 tahun, entah bagaimana tentang keimanannya pada akhir umur nya...wallahu alam...

★ ANNEMARIE SCHIMMEL  ★

Mari bicara sedikit tentang Annemarie SCHIMMEL, filosof, budayawan, dan penulis kenamaan Jerman.
Ketika mengomentari doa-doa Islam khususnya "Shahifah Sajjadiyah" (Kumpulan Munajatnya Imam Ali Zainal Abidin as Sajjad as), Annemarie mengutarakan:

“Saya selalu membaca doa-doa, hadis, dan sejarah Islam dari Bahasa Arab dan tidak pernah merujuk ke terjemahan apapun," katanya.
"Saya pernah menerjemahkan dan menerbitkan sebagian "Shahifah Sajjadiyah" ke dalam Bahasa Jerman."
Sekitar 70 tahun lalu, ketika sedang menerjemahkan salah satu doa, ibu Annemarie sedang terbaring di rumah sakit.

"Saya menemaninya. Setelah ibuku tertidur, saya duduk di pojok kamar dan menulis ulang terjemahan yang telah saya lakukan. Kamar ibuku memiliki dua ranjang. Di ranjang yang lain terbaring seorang wanita penganut Kristen Katholik yang sangat fanatik dan kuat akidahnya.

Ketika melihat saya sedang menerjemahkan doa-doa Islam, ia serta merta memprotes saya: 'Memangnya kita memiliki kekurangan doa di agama Kristen dan Kitab Suci, sehingga kamu memilih doa-doa Islam?'

Setelah buku itu dicetak, saya mengirimkan satu naskah kepada wanita itu."
Walhasil, sekitar sebulan setelah itu, wanita itu menelpon Annemarie, seraya berkata:
“Saya sangat berterimah kasih atas hadiah buku itu. Setiap hari saya membaca buku itu sebagai ganti dari doa-doa (yang biasa) saya (baca). Ali Zainal Abidin (as) bisa membuat solusi bagi mayoritas masyarakat Barat.”
Dan yang sangat menarik, di atas batu nisan Annemarie Schimmel tertulis hadis Imam Ali bin Abi Thalib as (kakek Zainal Abidin as) dengan khat Nasta’liq yang sangat indah (lihat foto di atas):

ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻧﻴﺎﻡ ﻓﺈﺫﺍ ﻣﺎﺗﻮﺍ ﺍﻧﺘﺒﻬﻮﺍ
“Seluruh manusia tertidur pulas. Ketika ajal tiba, mereka baru sadar”.
★✩★

6 HAL UNTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA YANG SUDAH TIADA

copas dari WA grup


💎💎 6 HAL UNTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA YANG SUDAH TIADA 💎💎
By: SOBAT MUSLIM

📚 CARA BERBAKTI PADA ORANG TUA SETELAH MEREKA TIADA
📃 Bagaimana cara berbakti pada orang tua ketika mereka telah meninggal dunia atau tiada? Perhatikan hadis berikut ini. Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata,

بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ».

“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud no. 5142 dan Ibnu Majah no. 3664. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim, juga disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini

📃 Ada enam hal yang bentuk berbakti dengan orang tua ketika mereka berdua atau salah satunya telah meninggal dunia:
✅1⃣ Mendo’akan kedua orang tua.
✅2⃣ Banyak meminta ampunan pada Allah untuk kedua orang tua.
✅3⃣ Memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia.
✅4⃣ Menjalin hubungan silaturahim dengan keluarga dekat keduanya yang tidak pernah terjalin.
✅5⃣ Memuliakan teman dekat keduanya.
✅6⃣ Bersedekah atas nama orang tua yang telah tiada.
🍃 Semoga bisa diamalkan. Selama masih hidup, itulah kesempatan kita terbaik untuk berbakti pada orang tua. Karena berbakti pada keduanya adalah jalan termudah untuk masuk surga. Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ
“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi no. 1900, Ibnu Majah no. 3663 dan Ahmad 6: 445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
📃 Al-Qadhi Baidhawi mengatakan, “Bakti pada orang tua adalah pintu terbaik dan paling tinggi untuk masuk surga. Maksudnya, sarana terbaik untuk masuk surga dan yang mengantarkan pada derajat tertinggi di surga adalah lewat mentaati orang tua dan berusaha mendampinginya. Ada juga ulama yang mengatakan, ‘Di surga ada banyak pintu. Yang paling nyaman dimasuki adalah yang paling tengah. Dan sebab untuk bisa masuk surga melalui pintu tersebut adalah melakukan kewajiban kepada orang tua.’ (Tuhfah Al-Ahwadzi, 6: 8-9).

🍃 Kalau orang tua kita masih hidup, manfaatkanlah kesempatan berbakti padanya walau sesibuk apa pun kita. Semoga bermanfaat.

👆 Ya Allah teguhkanlah kami di atas iman dan amal shalih, hidupkan kami dengan kehidupan yang baik dan sertakan diri kami bersama golongan orang-orang yang Beriman.
والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📑 *```Tulisan Ustadz Muhammad Abduh T