copas dari WA grup
RENUNGAN PAGI
Renungan ini mengulas masalah ber-dzikir sebagai suatu kewajiban yang seharusnya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari serta tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu, agar hati kita jangan sampai membatu untuk selalu mengingat-Nya.
“Kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”. [Az-Zumar 22].
Adalah hak-Nya untuk senantiasa diingat, sebab itu penuhilah dengan selalu ber-dzikir disepanjang lorong waktu, baik ketika sedang berdiri, duduk, berbaring maupun ketika sedang gembira ataupun tengah dilanda kesulitan.
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat-mu, ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring”. [An-Nisaa 103].
Alangkah beruntungnya seseorang bila ia benar-benar telah mengerti bahwa tanda cinta kepada Allah adalah 'sering dan banyak' dalam mengingat-Nya, karena ia sadar tidaklah ia mencintai sesuatu kecuali banyak mengingatnya, sebab itu senantiasalah mengingat Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya.
“Hai orang-orang yang ber-iman, ber-dzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya”. [Al Ahzab 41].
“Dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. [Al-Jumu’ah 10].
Radar keimanan orang yang selalu ber-dzikir akan menyala tatkala ada serbuk dosa ditebarkan untuk meracuninya karena nurani yang sangat tajam berkat dzikirnya, sebab itu selalulah ber-dzikir disetiap lorong waktu sesuai dengan perintah-Nya.
“Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu”. [Al-Baqarah 152].
Semoga renungan ini dapat memacu kita semua untuk senantiasa mengingat-Nya dengan selalu ber-dzikir dalam dalam segala kondisinya, guna mendapat ketenangan dan ketenteraman hati serta selalu mendapat jalan keluar dari berbagai kesulitan serta terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin.