Pengantar:
Seorang Muslim dilarang memilih pemimpimnya
Non-Muslim (Kafir). Di bawah ini adalah
dalil-dalil autentik yang mengharuskan hal itu. Keharusan ini bukan karena
ajakan orang untuk kepentingan politik, tetapi adalah semata-mata untuk
mematuhi perintah Allah azza wa jalla seperti yang tersurat dalam Al Quran. Seseorang
yang mengaku dirinya beragama Islam, ia harus patuh kepada dalil yang ada pada Al Quran.
Saya memilih pemimpin saya seorang Muslim, semata-mata karena saya taat kepada
perintah Allah Subhanahu Wa Taala, seperti yang tersurat dalam Al Quran.
Bagi saudara-saudaraku non-Muslim yang membaca artikel ini diharapkan
memahami hal ini. Kalau kita lihat dalam konteks kecil misalnya dalam PARTAI.
Sangat logis bila anggotanya memilih pemimpinnya dari yang separtai dan sangat
tidak logis atau salah bila ia memilih pemimpinnya seseorang dari partai lain.
Dibawah ini
adalah Dalil Memilih Pemimpin Dari Seseorang Yang Beragama Islam.
QS. 'Ali
`Imran [3] : 28 Ibn Katsir Asbabun Nuzul
لَّا يَتَّخِذِ ٱلْمُؤْمِنُونَ
ٱلْكَٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
ۖ وَمَن يَفْعَلْ
ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ ٱللَّهِ فِى
شَىْءٍ إِلَّآ أَن تَتَّقُوا۟
مِنْهُمْ تُقَىٰةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ
نَفْسَهُۥ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ
ٱلْمَصِيرُ
Kementrian
Agama
Janganlah
orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan
orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari
pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang
ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya.
Dan hanya kepada Allah kembali(mu).
QS. An-Nisa'
[4] : 139 Ibn Katsir
ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلْكَٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
ۚ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ
ٱلْعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلْعِزَّةَ لِلَّهِ
جَمِيعًا
Kementrian
Agama
(yaitu)
orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong
dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi
orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.
QS. An-Nisa'
[4] : 144 Ibn Katsir
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْكَٰفِرِينَ
أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
ۚ أَتُرِيدُونَ أَن
تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَٰنًا
مُّبِينًا
Kementrian
Agama
Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi
wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan
yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?
QS.
Al-Ma'idah [5] : 51 Ibn Katsir Asbabun Nuzul
۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْيَهُودَ
وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ
بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم
مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ
لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Kementrian
Agama
Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan
Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi
sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin,
maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
QS.
Al-Ma'idah [5] : 57 Ibn Katsir Asbabun Nuzul
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلَّذِينَ
ٱتَّخَذُوا۟ دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ
ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَٱلْكُفَّارَ
أَوْلِيَآءَ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ
إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Kementrian
Agama
Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang
yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara
orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir
(orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul
orang-orang yang beriman.
QS.
Al-Ma'idah [5] : 81 Ibn Katsir
وَلَوْ كَانُوا۟ يُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ وَٱلنَّبِىِّ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ
مَا ٱتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَآءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ
Kementrian
Agama
Sekiranya
mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan
kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu
menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang
fasik.