Ternyata Jalaluddin Rakhmat dedengkot syiah (IJABI) bukan
hanya ditinggalkan oleh isterinya yang bahkan mengumumkan perceraiannya di
media sosial; kini mantan muridnya ada yang justru membongkar apa yang disebut
pintu jebakan syiah dalam bentuk buku dan diedarkan pula di internet.
Buku ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya berguru pada
Jalaluddin Rakhmat selama kurun waktu [ sekitar ] tahun 92 hingga 98. Meski
kehadiran saya tidak rutin setiap minggu pagi, namun semoga kekeliruan ilmu
yang saya dapati waktu itu, bisa memberi kejelasan bagi kita semua. Dan semoga
buku kecil ini mampu memberi pemahaman yang tepat tentang apa itu Syiah,
sehingga kita bisa sama sama membendung arus Syiah di Indonesia. Amin.
Surabaya, Sepetember 2015
Ika Rais
Demikian akhir kata dari pendahuluan buku Pintu Jebakan
Syiah Dalam Menjerat Umat’ yang diposting di http://muhammadsaw.info/
Selamat menyimak kutipan sebagian dari buku kecil itu berupa KATA PENGANTAR penulisnya.
***
Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [1]
Oct 6, 2015By admin Posted in: Buku ‘Pintu Jebakan Syiah
Dalam Menjerat Umat’
________________________________________
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim.
Masih sangat banyak masyarakat awam yang belum mengenal
ajaran Syiah secara benar dan tepat. Kebanyakan dari mereka hanya tahu bahwa
Syiah berbeda dari Islam. Tapi apa bedanya, dan apakah syiah itu sesungguhnya,
banyak masyarakat yang belum paham.
Bahkan tidak terkira pula banyaknya umat yang menyangka jika
Syiah itu hanya semacam ‘mahzab’ dalam Islam. Tidak lebih dari itu.
Semua itu terjadi karena beragamnya sumber informasi dan
massifnya media media sekuler liberal yang gencar menyuarakan ‘kebenaran’
Syiah.
Syiah adalah sebuah agama yang mengajarkan pada penganutnya
bahwa Tuhan mereka adalah Allah yang telah memberi perintah kepada Nabi
Muhammad untuk menunjuk Ali bin Abu Thalib dan keturunannya [ yang berjumlah 12
] menjadi Imam umat Islam, menggantikanNabi Muhammad. tweet
Secara garis besarnya demikian. Saya pribadi, saya akan
langsung menyebut Syiah adalah agama. Dan jelas, agama disini bukanlah agama
Islam.
Karena memang sudah sejak awal, sejak seseorang berniat
memeluk Syiah, maka dia berkeyakinan bahwa :
• Tuhannya bukanlah Tuhan yang sama yang diimankan oleh umat
Islam. Tuhan mereka adalah Tuhan yang memberi perintah kepada Nabi Muhammad
bahwa pengganti beliau adalah Ali bin Abu Thalib dan keturunannya
• Syahadatnya ditambah tambahi dengan bersaksi terhadap Ali,
Fathimah, Hasan Husein dan mencaci Abu Bakar,Umar, Ustman dan Aisyah, kitabnya
bukan Al Quran yang sekarang ini ada ditangan umat Islam sekarang ini.
• Mereka membenci para sahabat Nabi. Apa, bagaimana dan
mengapa kita wajib memuliakan para sahabat, silahkan baca di link ini : Para
Sahabat Nabi.
• Mereka percaya, ada ayat ayat yang disembunyikan dalam Al
Quran, yang dihilangkan ketika proyek pengumpulan Al Quran dilakukan pada jaman
Sayyidina Ustman. Ayat ayat yang dihilangkan itu adalah ayat tentang
pengangkatan Ali bin Abu Thalib sebagai pengganti Nabi Muhammad yang sah.
‘Tidak seorangpun mampu untuk mengaku bahwa padanya terdapat kumpulan Al Quran
yang lengkap lahir dan batin selain orang orang yang mendapatkan wasiat [ yakni
para Imam ]’. Ushul al Kafi Juz I hal 136.
• Mereka melaknat sahabat sahabat Nabi yang mulia karena
dianggap berkhianat, makar, dan mendzolimi Ali
• Tidak mempercayai seluruh hadis yang dinukil oleh imam
imam hadis ahlu Sunnah, mereka hanya percaya dengan hadis yang diriwayatkan
oleh imam imam mereka sendiri. Konsekuensi dari ketidakpercayaan itu adalah
seluruh praktekibadah mereka menjadi berbeda dengan apa yang dilakukan oleh
umat Islam. Mulai dari ibadah sholat, doa, puasa, haji,zakat dst.
Disinilah letak kesalahan jika menyatakan bahwa perbedaan
antara Syiah [ Imamiyah Itsma Asyariyah ] dengan Ahlusunnah adalah semata mata
masalah khilafiyah furu’iyah saja.
Perbedaan ajaran Syiah sudah berada di
wilayah prinsip sehingga masuk pada wilayah penyimpangan.
Apa saja detil perbedaan Syiah dengan Islam hanya akan
dibahas secara ringkas di buku ini.
Karena buku ini hanya akan mengkhususkan pada pengenalan
bagaimana trik Syiah dalam menjebak umat. Bagaimana cara Syiah menggiring umat
untuk secara perlahan lahan mengikuti ajaran mereka.
tweet
Saya pikir saat ini yang paling penting adalah umat
menyadari apa apa saja pintu masuk Syiah dalam menarik simpati umat.
Kita harus betul betul paham trik trik tersebut, sehingga
kedepan kita bisa membendung ajaran sesat ini dengan lebih mudah dan efektif.
Mungkin nanti akan ada sanggahan bahwa biar saja Syiah
sesat, apa urusannya dengan kita?
Jawabnya: tentu saja amat berkaitan dengan kita !
Karena ajaran Syiah itu sendiri telah menghancurkan seluruh
sendi sendi akidah dan iman Islam. Syiah telah memutarbalikkan fakta Islam.
Mereka melakukan penistaan terhadap banyak sahabat, bahkan juga menista
Rasulllah karena telah memutar balikkan sabda sabda Nabi. Mereka melakukan
pembohongan. Mulai dari soal keimanan terhadapAllah SWT hingga masalah tatacara
ibadah Islam.
Disinilah kita perlu membendung ajaran Syiah dan membatasi ruang
gerak mereka.
Dan yang lebih mengerikan, adalah karena agenda utama Syiah
di banyak Negara, adalah melakukan kudeta terhadap pemerintahan resmi agar
mereka bisa berkuasa.
Kita bisa mengambil contoh Iran, yang kini menjadi mercu
suar dari ajaran Allah ini, lalu Libanon, Suriah, Yaman, Mesir, Turki [ sebelum
Erdogan berkuasa ] dan hampir di seluruh Negara Afrika dan Timur Tengah
sejatinya. Di Suriah dan Yaman bahkan telah terjadi pembantain demi pembantaian
orang orang sunni yang dilakukan oleh Syiah.
Kekejaman orang orang Syiah hanya bisa disandingkan dengan
kekejaman Israel. Mengapa? Ya karena sejatinyaSyiah berasal dari orang Yahudi.
Yang kemudian disemai oleh orang Persia [ Iran ]
Syiah sesungguhnya adalah kerjaan orang orang Yahudi. Mereka
ingin membendung bahkan ingin meruntuhkan kejayaanIslam, dengan cara membuat
kekacauan dan makar terhadap pemerintahan yang sah umat Islam, pada waktu itu
Islam dipimpin oleh khalifah Abu Bakar, Umar dan Ustman.
Dan kemudian ide licik ini disemai oleh Persia [ Iran ].
Ketika sudah di’ambil alih’ oleh orang orang Persia inilah, Syiahbukan hanya di
back up, tapi juga dipelihara, dikembangkan dan disebar benihnya ke seluruh
dunia.
Masyarakat Indonesia masih amat sangat banyak yang belum
tahu apa itu Syiah.
Saya sendiripun ketika pertama kali bersinggungan dengan
Syiah, waktu itu sekitar tahun 1993/ 94, saya sama sekali tidak tahu bahwa
kajian kajian yang dipandu Jalaluddin Rakhmat di masjid samping rumahnya di
Jalan Kebaktian [dulunya] Bandung, adalah kajian Syiah.
Padahal pada saat itu, status saya adalah mahasiswa sebuah
perguruan tinggi negri di Bandung.
Dan fakta, bahwa hampir seluruhnya murid murid yang hadir
saat itu adalah juga mahasiswa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi
bergengsi di kota Bandung !
Anda bisa bayangkan, kalau mahasiswa yang notabene mewakili
kalangan terpelajar, bisa juga di’kerjai’. Apatah lagi kalangan masyarakat awam
?
Dan masih banyaknya masyarakat yang belum paham Syiah,
terbukti dari seringnya mereka bertanya : apa itu Syiah atau sesatnya Syiah itu
dimana?
Untuk itulah buku ini sengaja saya tulis dalam bahasa yang
diusahakan seringan mungkin agar mudah dipahami. Tidak mudah menulis sebuah
topic yang berat kedalam bahasa yang ringan. Jadi seandainya pembaca masih
ingin mengajukan pertanyaan lanjutan, sila email ke penerbit. InsyaAllah akan
kami bantu sebisa mungkin.
Buku ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya berguru pada
Jalaluddin Rakhmat selama kurun waktu [ sekitar ] tahun 92 hingga 98. Meski
kehadiran saya tidak rutin setiap minggu pagi, namun semoga kekeliruan ilmu
yang saya dapati waktu itu, bisa memberi kejelasan bagi kita semua. Dan semoga
buku kecil ini mampu memberi pemahaman yang tepat tentang apa itu Syiah,
sehingga kita bisa sama sama membendung arus Syiah di Indonesia. Amin.
Surabaya, Sepetember 2015
