Jumat, 18 Maret 2016

Orang yang baik namun tidak ber-iman, maka kebaikannya itu akan sebatas dihargai manusia saja,


RENUNGAN JUMAT 18.03.16
Janganlah semua amalan yang telah kita laksanakan hingga hari ini secara istiqamah menjadi sia-sia karena ketidak sempurnaan tingkat keimanan kita pada Al-Quran dan Hari Akhir.

Allah ber-Firman :

“Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"....yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”.[Al-Kahf 103-104]
“Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Dia, MAKA HAPUSLAH AMALAN-AMALAN MEREKA, DAN KAMI TIDAK MENGADAKAN PENILAIAN BAGI AMALAN MEREKA PADA HARI KIAMAT”.[Al-Kahfi 105]

Iman kepada Al-Quran haruslah meliputi tiga dimensi selaras yakni lisan, hati dan amal perbuatan. Orang yang hatinya iman sementara lisan dan perbuatannya tidak mencerminkan keimanan, maka ia termasuk golongan fasik, sebaliknya jika lisan dan perbuatannya iman sementara hatinya tidak, maka ia termasuk golongan munafik.

Allah ber-Firman :

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik”.[Al-'An`ām 49]
“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,....yaitu orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”.[An-Nisā' 138-139]
Orang yang baik namun tidak ber-iman, maka kebaikannya itu akan sebatas dihargai manusia saja, sedangkan amalnya akan sia-sia seperti debu yang ditiup angin.

Allah ber-Firman :

“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan di dunia. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh”.['Ibrāhīm 18]
Tingkatkanlah keimanan yang sesuai dengan rukun iman dan perbanyaklah ber-amal shaleh, karena kita akan termasuk golongan yang beruntung.

Allah ber-Firman :

“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,.....dan Dia memperkenankan doa orang-orang yang ber-Iman serta mengerjakan Amal yang Saleh dan menambah Pahala kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras”.[Ash-Shūraá 25-26]
“Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”.[Al-`Ankabūt 7]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan”.[Al-'A`rāf 40]
"Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Taqwa-lah kepada Allah sebenar-benar Taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu Mati melainkan dalam keadaan ber-Agama Islam".['Āli `Imrān 102]
Semoga renungan ini ber-manfaat untuk mengingatkan kita akan kewajiban ber-Iman kepada Al-Quran, yaitu memahami benar-benar aturan-Nya untuk kemudian diamalkan, antara lain dengan mengerjakan Amal-Amal yang Saleh, demi meraih kebahagiaan yang hakiki.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun -
Wa'Salaamun ala Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin.
★ SELAMAT BER-IBADAH ★