RENUNGAN JUMAT, 11.03.16
Kini terlihat banyak diantara kita yang terjerumus dalam kegaduhan serta kesibukan kehidupan dunia hingga lalai akan kehidupan akhirat yang Abadi. Banyak menjalani kegiatan-kegiatan dunia yang tidak ber-manfaat bagi kehidupan selanjutnya.
Sebenarnya sudah berkali-kali kita diperingatkan bahwa kehidupan ini hanyalah sementara sebagai kesenangan yang menipu dan memperdayakan.
Allah ber-Firman :
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.....Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”.[Hud 15-16]
Sebagai manusia yang kelak akan kembali ke Akhirat, janganlah kita termasuk orang yang hanya Cerdik & Cekatan dalam masalah dunia tapi Tidak-Tahu tentang Ajaran Agama Islam yang kita anut, antara lain dalam masalah akhirat; karena sebaik-baik Kehidupan di-Akhirat adalah hasil daripada apa yang di-Amalkan di-Dunia, dan sebaik-baik Bekal Akhirat adalah Taqwa, yakni melaksanakan Perintah-Perintah-Nya serta menjauhi Larangan-Larangan-Nya yang tersurat dalam Al-Quran.
Allah ber-Firman :
“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.....Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajat-nya dengan ayat-ayat itu, TETAPI DIA CENDERUNG KEPADA DUNIA DAN MENURUTKAN HAWA NAFSUNYA YANG RENDAH, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir......Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim“.[Al-'A`rāf 175–177].
Salah satu ciri utama orang bertaqwa ialah pemahamannya akan dunia dan akhirat, ia yakin bahwa dunia merupakan ajang pengumpul bekal, sebab bila tidak maka kehidupan ini bagaikan senda-gurau dan main-main belaka, sedangkan kehidupannya di-akhirat ia pandang lebih utama daripada kehidupan di-dunia, hingga ia menyikapinya dengan serius.
Allah ber-Firman :
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui".[Al-`Ankabūt 64]
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang ber-Taqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?".[Al-'An`ām 32]
Karena itu peduli dan ber-sibuk-dirilah selalu dengan yang Abadi agar kita tidak termasuk golongan yang merugi.
Allah ber-Firman :
“Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong”.[Al-Baqarah 86]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah ber-Firman :
“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal".[Ghāfir 39]
"Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Taqwa-lah kepada Allah sebenar-benar Taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu Mati melainkan dalam keadaan ber-Agama Islam".['Āli `Imrān 102]
Semoga Renungan Jumat ini akan selalu mengingatkan kita pada Kehidupan yang Kekal, dengan selalu Peduli dan ber-Sibuk-Diri dengan yang Abadi, dan menjadikan dunia ini sebagai lahan untuk bergiat dengan Amalan-Amalan yang Saleh sebagai Bekal untuk Kehidupan kita Kelak.[IAH]
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun -
Wa'Salaamun ala Mursaliin-
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbil’Alaamiin
★ SELAMAT BER-IBADAH ★